PROFESI PENYIAR PROFESIONAL
Source and Adlibs by :
Andy Rustam Munaf
Broadcast Sukses
Bismillaahirrohmaanirrohiim;
Jikalau anda ingin menjadi profesional sejati, hendaklah mengawali suatu pekerjaan dengan perencanaan yang baik dan benar..!! Sebab jika anda gagal dalam suatu perencanaan, itu sama saja dengan anda merencanakan kegagalan..!?
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive
Andy Rustam Munaf
Bismillaahirrohmaanirrohiim;
Sahabat radio broadcaster...
Jikalau anda ingin menjadi profesional sejati, hendaklah mengawali suatu pekerjaan dengan perencanaan yang baik dan benar..!! Sebab jika anda gagal dalam suatu perencanaan, itu sama saja dengan anda merencanakan kegagalan..!?
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); Maka bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. al-Hasyr {59}:18).
Wallahu tabaroka wa ta'ala a'lam.
Dari suatu ruang tunggu, terdapat percakapan dua orang yang sedang menuggu giliran. Orang pertama bertanya, “Kerja di mana, mas?” Orang ke dua menjawab, “Di radio” Orang pertama langsung menukas, “Ooo, penyiar ya?” Seandainya pada percakapan itu si orang kedua menjawab, “Saya kerja di stasiun TV“, maka sambutan si orang pertama bukan, “Oo Penyiar ya?“, melainkan “Sebagai apa atau di bagian mana?“
Memang istilah Penyiar bagi masyarakat umum, sangat lekat dengan Radio Siaran. Namun sayangnya persepsi masyarakat tentang pekerjaan Penyiar Radio, identik dengan profesi yang kerjanya hanya cuap-cuap, bercanda, atau pasang lagu..!? Padahal banyak sekali keterampilan yang juga membutuhkan kecerdasan otak, jika seseorang benar-benar ingin jadi penyiar profesional. Maka ketahuilah, bahwa salah satu orang terkaya di dunia adalah seorang penyiar..!!
Lebih Jauh Tentang Penyiar
Penyiar itu sebetulnya banyak ragamnya, meski secara selintas seolah-olah sama saja apa yang dilakukannya (yaitu ngomong). Pada intinya profesi penyiar itu ibarat pekerjaan seorang aktor, dimana untuk suatu cerita tertentu diperlukan aktor dengan ketrampilan acting yang kuat untuk memerankan tokoh tertentu. Makin pintar dan bervariasi kemampuan acting-nya, makin seringlah aktor tersebut mendapatkan peran.
Penyiar pun demikian, memiliki kekuatan keterampilan berbicara yang beragam. Misal, si A memiliki kemampuan menjadi Penyiar Berita alias Newscaster, tetapi si A tidak bagus (dan tak mampu) menjadi “Host/Pembawa Acara Variety Show ataupun sebagai Quiz Master”. Sebaliknya juga demikian, misalkan Tantowi Yahya yang seorang pembawa acara quiz, maka ia belum tentu mampu menjadi newscaster/pembaca berita..!?
Bersama beragam keterampilan khusus yang menjadi keahliannya, biasanya seorang penyiar akan mendapat tugas untuk membawakan acara tertentu. Beberapa pekerjaan berbicara dengan ketrampilan khusus, antara lain: membawakan acara musik, menjadi MC, membaca iklan, berwawancara/talk-show, moderator, quiz—master, reporter, suara—peran (acting voice), newscaster, sportcaster, weatherman, melakukan monolog, melakukan dialog, mempresentasikan, dan lain sebagainya. Pada intinya, tanggung jawab penyiar adalah menyajikan itu semua, yang secara artistik terdengar indah memuaskan, secara teknis sangat terampil sehingga pesan mudah dipahami oleh pendengar, kemudian secara etika tetap terkendali sehingga tidak ada yang merasa tersinggung atau terlanggar harga dirinya..!!
Kedudukan dan Jenjang Struktural dalam Organisasi Stasiun
Penyiar sebenarnya suatu bentuk profesi tersendiri, dan dengan keahlian tersendiri pula. Ibarat seorang aktor, sesungguhnya ia disewa (dibayar) untuk keahliannya itu. Karir seorang penyiar, biasanya bukanlah melalui jalur struktural; melainkan jalur profesional..!! Misal, Oprah Winfrey, seumur hidupnya adalah seorang penyiar. Dengan memiliki keahlian yang luar biasa, ia sanggup mempesona jutaan orang di dunia yang menyaksikan talkshow-nya melalui jaringan TV ABC di Amerika Serikat.
Meski demikian, bukannya tidak mungkin seorang penyiar berkarir secara struktural dalam organisasi perusahaan yang sama. Namun penyiar itu tentu saja harus terus “menambah ilmunya“, bukan hanya dalam keahlian/ketrampilan berbicara saja, melainkan menyangkut bidang-bidang lain yang dibutuhkan untuk memimpin dan mengelola sebuah Broadcasting Company.
Ada pun struktur organisasi sebuah broadcasting company sangat bervariasi, mulai dari small market station (stasiun untuk kota kecil), big market station (stasiun untuk kota besar) sampai network station (stasiun berjaringan), ataupun ada juga yang saking besarnya memisahkan diri karena sudah menjurus menjadi content provider (yaitu perusahaan yang memproduksi acara siaran saja untuk dijual kepada stasiun ataupun pengiklan/sponsor).
Dalam Broadcasting Company, para penyiar umumnya selalu didudukkan di bawah Departemen Program, sehingga ia menerima “perintah” dari Program Director, dan wajib melaporkan hasil pekerjaannya kepada Program Director atau orang yang diberi kewenangan untuk itu oleh Program Director. Berdasarkan perintah Program Director, seorang penyiar bisa ditugaskan untuk membawakan suatu acara. Kalau itu dilakukan, maka artinya khusus untuk acara tersebut “komando” akan datang dari produser atau pengarah acara, sehingga penyiar harus mematuhi komando tersebut. Program Director juga bisa menugaskan penyiar menjadi pembaca berita atau reporter berita. Kalau itu dilakukan, maka artinya dalam pekerjaan bidang pemberitaan tersebut si penyiar akan menerima “komando” dari News Director/Kepala Pemberitaan.
Oleh karena penyiar berada di Departemen Program, maka karir struktural seorang penyiar akan merambah dari divisi itu pula (ingat, setiap jenjang kenaikan tidak otomatis karena masa kerja, namun didasarkan atas kapabilitasnya). Seorang penyiar pemula (dengan kapabilitas dasar) yang baru masuk biasanya hanya akan menjadi “continuity announcer” (penyiar perantara yang hanya membacakan teks pendek tertentu).
Kemudian kalau penyiar itu bagus, maka ia bisa menjadi junior announcer (biasanya bertugas mengantarkan acara rangkaian lagu-lagu saja). Lalu ia bisa meningkat menjadi announcer (membawakan acara dengan variasi pembicaraan yang lebih kompleks). Setelah itu ia dapat meningkat menjadi “live reporter”, kemudian meningkat lagi menjadi anchorperson (menjadi host acara—tetap tertentu yang menjadi andalan stasiun ataupun Newscaster ataupun Sportcaster).
Biasanya seorang penyiar yang sudah menjadi Anchorperson sudah memiliki kemampuan memproduksi acara. Oleh karena itu karir berikutnya adalah menjadi Pengarah Acara dan Produser, selanjutnya kalau bagus, ia dapat menjadi Production Manager. Ketika mempunyai titel manager, maka “ilmu manajemen” harus mulai dimilikinya pula.
Seorang production manager yang membawahi beberapa produser yang menangani berbagai acara, bertugas memenuhi materi siaran atau acara-acara yang diminta oleh si pengatur strategi bernama “Program Director”. Production Manager dengan kemampuan analisa, ditambah dengan sedikit wawasan marketing, akan dapat meningkat menjadi Program Director, dan lebih tinggi lagi kelak dapat menjadi General Manager, dan seterusnya.
Jalur Profesional
Jikalau pilihannya adalah jalur profesional, maka puncaknya adalah keterkenalan Anda sebagai penyiar ataupun pembawa acara khusus seperti Oprah Winfrey, Jay Leno, dan lain-lain, atau kalau di Indonesia mungkin seperti quiz—master Tantowi Yahya.
Oprah Winfrey merintis kariernya dengan menjadi penyiar radio WVOL di Nashville tahun 1976, lalu pindah dan meningkat menjadi Reporter di WTVF. Kemudian ia kuliah mengambil jurusan Speech Communications & Performing Art di Tennessee State University. Ia pun pindah kerja dan meningkat lagi profesinya menjadi co-host acara “People are Talking” sekaligus sebagai Newscaster di WJZTV. Setelah lulus, ia pindah ke Chicago, menjadi host acara “AM Chicago” dari WLSTV. Acara inilah yang menjadi cikal bakal acara “The Ophrah Winfrey Show” yang melambungkan namanya, dan membuat Oprah Winfrey tercatat sebagai salah satu wanita (penyiar) terkaya di dunia versi Forbes Magazine.
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive
0 komentar:
Posting Komentar