Minggu, 28 Juni 2015

MASIH ADAKAH PEMINAT SIARAN RADIO





Source and Adlibs by : 
Andy Rustam Munaf
Broadcast Sukses


Banyak orang menduga, bahwa dengan kelahiran produk-produk gadget era teknologi informasi, seperti: CD, internet, iPod, iPad, flash disk, mp3, blackberry dsb, lantas radio di anggap akan kehilangan pendengarnya..!? Tidak tahu kenapa, setiap kali ada teknologi baru, pasti banyak orang memprediksi radio akan mati..!? Dulu di Amerika Serikat, ketika kelahiran siaran televisi pada tahun 1950, orang menganggap radio akan mati. Namun kenyataannya, radio survived..!! Lalu ketika lahir televisi kabel / televisi berbayar terutama MTV ditahun 1985, lagi lagi radio dikatakan akan mati. Ternyata radio survived..!!

Sekarang pun demikian. Kehadiran produk-produk dan atau gadget teknologi informasi, langsung menimbulkan opini, pasti siaran radio akan mati..!?


Salah Duga

Banyak orang menganggap bahwa kehadiran iPod ; mp3 ; internet (download musik gratis), belum lagi media audio-visual (TV); atau Whatsapp yang menyebabkan akses media audio visual tidak lagi sesulit dahulu, akan semakin membuat masa depan radio semakin tidak pasti. Lihat saja di sekitar kita, generasi muda sekarang jauh lebih akrab dengan gadget-gadget tersebut ketimbang dengan radio..!?

Kalau di Indonesia saja sudah begitu, maka di Amerika, dimana soal gadget, TV, internet, serta media entertainment begitu jauh lebih hebatnya, pastilah siaran-siaran radio akan semakin kehilangan pendengar..!?

Ternyata tidak demikian..!! Data dari Nielsen terbit pada bulan September 2009, menunjukkan bahwa anak-anak muda di Amerika masih tetap mendengarkan radio. Usia 12 tahun ke atas mendengarkan radio rata-rata 2,5 radio—stations per minggu, dengan rata-rata menghabiskan waktu 21,7 jam per minggu (atau lebih dari 3 jam per hari). Survey diadakan di 51 market di Amerika.

Begitu pula pada orang yang lebih dewasa, 18 – 34 tahun. Pada rentang usia ini, bahkan lebih banyak lagi waktu yang dihabiskan untuk mendengarkan radio, mencapai 23 jam per minggu.

Perihal yang lebih mengejutkan lagi, 98% dari populasi di Amerika Serikat, berdasarkan sample Nielsen, ternyata masih mendengarkan radio. Nah, bayangkan sendiri, bukan hanya internet dan iPod, tetapi juga bagaimana hebatnya stasiun televisi disana, belum lagi televisi kabel, televisi satelit atau media hiburan lainnya, tetapi tetap saja media radio tidak ditinggalkan oleh pendengarnya. Dibandingkan dengan tahun 80-an, data survey menunjukkan bahwa 96% dari populasi aktif mendengarkan siaran radio setiap hari.

Artinya, berdasarkan survey Nielsen di Amerika, pendapat yang mengatakan bahwa kemajuan Teknologi Informasi dalam media menyebabkan orang (terutama generasi muda) tidak berminat lagi mendengarkan radio, adalah tidak benar...!!

Apa yang Sebenarnya Terjadi..!?

Ada pun data yang kita miliki di Indonesia, maupun ulasan berbagai media termasuk data yang dipegang oleh advertising agency, selalu menggambarkan bahwa kenyataannya jumlah pendengar radio di Indonesia semakin menurun..!? Alasan yang dikemukakan selalu begitu, bahwa pendengar radio, terutama dikalangan remaja, beralih ke internet, iPod, mp3, CD, TV dan lain-lain yang sejenis itu..!? Bahkan dikatakan di banyak negara, juga memiliki kecenderungan yang sama.

Padahal tidak begitu yang terjadi di Amerika sesuai data Nielsen sebagaimana tersebut..!! Jadi penurunan drastis jumlah pendengar radio tidak terjadi di semua negara dimana perkembangan TI-nya cukup pesat. Tetapi mengapa begitu yang terjadi di Indonesia atau di “beberapa” negara lainnya..!?

Ketahuilah bahwa di Amerika, siaran-siaran radio itu sudah sangat bagus, sangat menyatu dengan publiknya. Radio sudah menjadi dan berfungsi, sebagai radio yang sesungguhnya dalam keterkaitan dengan masyarakat disana. Sehingga publik pun memiliki ketergantungan kebutuhan dari radio.

Bukan hanya tentang informasinya (yang bisa saja dilakukan dengan lebih baik oleh internet) dan juga bukan hanya karena musiknya (yang bisa saja dilakukan dengan lebih baik oleh iPod), atau bukan juga disebabkan oleh content/isi siaran (yang bisa saja dilakukan dengan lebih baik oleh Televisi), melainkan radio secara utuh mampu hadir sebagai sosok paling dekat bagi diri pendengarnya..!!

Sedangkan penurunan jumlah pendengar radio di Amerika, adalah bagi kelompok pendengar yang mendengarkan radio melalui tuner—receiver konvensional. Tetapi penurunan jumlah ini, diimbangi dengan kenaikan jumlah pendengar radio melalui internet.

Jika kita mau memperhatikan apa yang terjadi di Indonesia atau beberapa negara berkembang lainnya, yang industri radio siaran-nya dikatakan mengalami penurunan jumlah pendengar, atau yang (katanya) lantaran pendengarnya pindah ke gadget teknologi informasi itu, pastilah dari dulunya juga siaran-siaran radio di negara itu biasa-biasa saja, tidak pernah berubah alias begitu-begitu saja, walau sudah berlangsung sejak 40-an tahun yang lalu..!? Cobalah, jujur saja, bukankah anda tidak pernah bisa menemukan perbedaan antara gaya siaran radio swasta di tahun 1970-an dengan gaya siaran radio swasta di tahun 2015..!?

Mungkin dulu masyarakat tidak punya pilihan alternatif media lain, makanya mereka mendengar siaran radio. Tetapi sekarang, jaman sudah berubah, eh.. siaran radionya masih sama saja seperti jaman radio gelap. Tidak ada kemajuan yang berarti, maka jangan heran jika pendengar siaran radio beralih kepada media yang lain..!?

Radio di Singapura atau di Malaysia misalnya, dari jaman sebelum adanya gadget, ternyata model siarannya tetap begitu-begitu saja... gaya radio formal, mirip seperti cara siaran TVRI. Jadi tidak heran, kalau mereka juga seperti kita di Indonesia, mengalami penurunan jumlah pendengar radio..!!

Artinya, jangan salahkan pendengar yang tidak mau lagi mendengarkan siaran radio, dimana itu bukan lantaran adanya teknologi baru. Radio adalah tetap radio, baik ia disiarkan lewat jalur terrestrial seperti biasa, atau via satelit, kabel, maupun internet. Tetap saja orang hanya akan mau mendengar siaran radio, apabila ia menyiarkan sajian acara yang menyenangkan bagi dirinya. Kalau tidak, maka pendengar pasti akan mencari kesenangannya ditempat lain. Dengan demikian, perbaikilah siaran anda, innovatiflah tanpa mengubah diri menjadi media lain. Jadilah radio modern yang benar-benar radio..!!

Saksikanlah Apple, produsen dari iPod/iPad, yang mengadakan survey di Amerika, lalu menanyakan kepada para remaja sebagai berikut; “Apakah kalian akan merasa senang kalau iPod di tambahkan dengan radio tuner..!?“ Maka jawabannya seperti sudah di duga: “YES..!!” Apple di Amerika yakin bahwa radio tidak akan kehilangan pendengar. Kalaupun terjadi, sebenarnya pendengar hanya berpindah sarana mendengarkannya...

Kesimpulan

Kalaulah ada orang-orang masa kini yang tidak lagi berminat mendengar siaran radio, itu bukan dikarenakan kehadiran gadget-gadget TI ataupun karena media lain, melainkan lantaran kita sebagai radio broadcaster tidak mampu mengoptimalkan cara bersiarannya, sehingga siaran itu pun tidak cukup menarik di hati dan pikiran mereka, baik untuk didengarkan lewat radio tuner biasa ataupun melalui sarana lainnya.

Sahabat radio broadcaster...

Jikalau anda ingin menjadi profesional sejati, hendaklah mengawali suatu pekerjaan dengan perencanaan yang baik dan benar..!! Sebab jika anda gagal dalam suatu perencanaan, itu sama saja dengan anda merencanakan kegagalan..!?

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); Maka bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan." (Qs. al-Hasyr {59}:18).


Wallahu tabaroka wa ta'ala a'lam.



L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive 

0 komentar:

Posting Komentar