Senin, 15 Desember 2014

DI PUJI DAN MEMUJI





Duhai sahabatku... 

SESUNGGUHNYA DI PUJI ATAU MEMUJI SAMA-SAMA PUNYA KONSEKUENSI..!! 

Tatkala di puji, kita wajib mengembalikannya kepada Sang Mahaterpuji, seraya bijaksana mengontrol diri agar tidak menjadi ujub atau hanyut oleh pujian tersebut (sebab bohong jika seseorang tidak senang mendapat pujian)..!? 

Sedangkan ketika memuji, maka kita wajib menyertakan kejujuran bersamanya. Jika tidak, itulah salah satu bagian dari berbohong, dan atau mendaftarkan diri menjadi orang yang munafik..!? 
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shaleh dinaikkan-Nya. Sedangkan orang-orang yang merencanakan kejahatan, bagi mereka adzab yang keras, kemudian rencana jahat mereka akan hancur.” (Qs. Faathir {35}:10).

Satu hal lagi mengenai DI PUJI dan MEMUJI ini, sebenarnya ia BUKAN perkara yang DI LARANG oleh Islam. Sehingga sebagaimana perkara-perkara lain yang dibolehkan dalam Islam, maka tolok ukurnya adalah "...Wa laa tusrifuu, innahu la yu hibbul musrifin - Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Qs. al-A'roof {7}:31).

Wallahu tabaroka wa ta'ala a'lam.



L♥ve and Respect;
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0

Follow Buya Dive The Radioman :
Instagram @buyadive

0 komentar:

Posting Komentar