BUYA DIVE BICARA CINTA
Wahai sahabat...
Saya prihatin menyimak dan mendapati mayoritas siaran dari beragam STARA di negeri ini, khususnya ketika mereka sedang mengomunikasikan perihal cint♥. Ternyata pengudaraan siaran mereka tentang cint♥ itu, tidak lebih dari sekadar menganggap lumrah—memasyarakatkan—hingga akhirnya [seolah] membenarkan kurikulum cint♥ ala kaum yang meng-klaim diri sebagai orang modern—kosmopolitan—high class—dan seterusnya, seperti;
• Jatuh cint♥ bersama segudang kamus gombal..!?
• Putus cint♥ bersama sejuta kecewa dan patah hati..!?
• Ngedate, PDKT, nembak, pacaran, ciuman..!?
• TTM, gebetan, selingkuh, hingga ujung-ujungnya ML..!?
Na'udzubillah tsumma na'udzubillaah...
Sungguh sangat disayangkan, mengingat siaran radio yang diwakili oleh penyiar—program—serta produksi, adalah [juga] imam bagi makmumnya, atau secara umum siaran untuk pendengarnya..!? Tidakkah dipahami, bahwa pihak pengelola STARA, harus mempertanggungjawabkan setiap komunikasi yang disiarkannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, begitu juga secara etika dan moral kepada pendengarnya..!!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; “Perihal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, yaitu mulut dan farji.” (HR Imam ath-Tirmidzi), “Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak terlibat dalam pembicaraan bathil.” (HR Imam Ibnu Abiddunya.)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam [juga] bersabda; “Seorang hamba jika berbicara dengan satu kalimat yg tidak benar, maka ia tergelincir ke neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.”—“Sesungguhnya ada orang yang bicara dengan ucapan yang Allah murkai, dan ia tidak menduga akibatnya; lalu Allah catat itu dalam murka-Nya hingga hari kiamat.” (HR Imam Ibnu Majah).
Wahai sahabat pengelola siaran radio...
Apabila anda kaum muslimin, semoga anda berkenan untuk memahami perkara tersebut, sekaligus menyikapinya secara cerdas dan bijaksana. Tidakkah anda menginginkan rizki dan kesuksesan yang barokah dari Allah subhanahu wa ta'ala untuk perusahaan dan bisnis anda..!?
Maka camkanlah Allah subhanahu wa ta'ala yang berfirman; "ALLAH TIDAK MENYUKAI UCAPAN YANG BURUK [371]...!!" (Qs. an-Nisaa' {4}:148).
Keterangan [371] : Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya.
Wallahu tabaroka wa ta'ala a'lam.
L♥ve and Respect;
Buya Dive The Radioman
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive
Saya prihatin menyimak dan mendapati mayoritas siaran dari beragam STARA di negeri ini, khususnya ketika mereka sedang mengomunikasikan perihal cint♥. Ternyata pengudaraan siaran mereka tentang cint♥ itu, tidak lebih dari sekadar menganggap lumrah—memasyarakatkan—hingga akhirnya [seolah] membenarkan kurikulum cint♥ ala kaum yang meng-klaim diri sebagai orang modern—kosmopolitan—high class—dan seterusnya, seperti;
• Jatuh cint♥ bersama segudang kamus gombal..!?
• Putus cint♥ bersama sejuta kecewa dan patah hati..!?
• Ngedate, PDKT, nembak, pacaran, ciuman..!?
• TTM, gebetan, selingkuh, hingga ujung-ujungnya ML..!?
Na'udzubillah tsumma na'udzubillaah...
Sungguh sangat disayangkan, mengingat siaran radio yang diwakili oleh penyiar—program—serta produksi, adalah [juga] imam bagi makmumnya, atau secara umum siaran untuk pendengarnya..!? Tidakkah dipahami, bahwa pihak pengelola STARA, harus mempertanggungjawabkan setiap komunikasi yang disiarkannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, begitu juga secara etika dan moral kepada pendengarnya..!!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; “Perihal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, yaitu mulut dan farji.” (HR Imam ath-Tirmidzi), “Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak terlibat dalam pembicaraan bathil.” (HR Imam Ibnu Abiddunya.)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam [juga] bersabda; “Seorang hamba jika berbicara dengan satu kalimat yg tidak benar, maka ia tergelincir ke neraka yang lebih jauh antara timur dan barat.”—“Sesungguhnya ada orang yang bicara dengan ucapan yang Allah murkai, dan ia tidak menduga akibatnya; lalu Allah catat itu dalam murka-Nya hingga hari kiamat.” (HR Imam Ibnu Majah).
Wahai sahabat pengelola siaran radio...
Apabila anda kaum muslimin, semoga anda berkenan untuk memahami perkara tersebut, sekaligus menyikapinya secara cerdas dan bijaksana. Tidakkah anda menginginkan rizki dan kesuksesan yang barokah dari Allah subhanahu wa ta'ala untuk perusahaan dan bisnis anda..!?
Maka camkanlah Allah subhanahu wa ta'ala yang berfirman; "ALLAH TIDAK MENYUKAI UCAPAN YANG BURUK [371]...!!" (Qs. an-Nisaa' {4}:148).
Keterangan [371] : Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang, dan sebagainya.
Wallahu tabaroka wa ta'ala a'lam.
L♥ve and Respect;
Buya Dive The Radioman
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar