CINTA ITU BUKAN PERMEN, BUKAN LEBAY, BUKAN BREAK EVEN
Wahai sahabatku...
Seseorang yang menempatkan diri sebagai kekasih, idealnya tidak akan suka mengumbar sikap dan perbuatan yang berlebih-lebihan, lantaran ia ingin menunjukan rasa cint♥ atau sayangnya kepada siapa pun. Namun sebaliknya, ia akan berupaya untuk menerapkan kejujuran cint♥ dengan sebenar-benarnya, yaitu melalui sikap dan perbuatan yang [selalu] sederhana—santun—lagi bijaksana...
Begitulah kekasih sejati mengelola dan memberlakukan cint♥ yang benar-benar karena Allah. Jadi bukan sekadar berucap atau menuliskan kesana—kemari “Aku mencint♥imu karena Allah”, padahal ia tidak sanggup bertanggung jawab dan istiqomah melaksanakan perkataan atau janjinya itu..!?
Buktinya, ia malah kecewa dan marah lantaran orang lain tidak berlaku sama sebagaimana dirinya..!? (Contohnya; "Saya sudah baik—setia—dll.dsb.dst, eh dia malah jahat—nggak setia—dll.dsb.dst. – alias riya' chuy, he..he..he...). Semoga sahabatku disini adalah bukan kaum yang sekadar "klise" menggunakan kalimat; "Aku mencint♥imu karena Allah.."
Adapun pemilik sikap dan perbuatan yang [selalu] sederhana—santun—lagi bijaksana, adalah kekasih sejati yang senantiasa “sami’na wa atho’na” terhadap prinsip yang telah ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam..!!” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).
Seseorang yang memegang teguh prinsip [berkata baik atau diam], insyaAllah akan terjaga dari ucapan atau perkataan yang sia-sia. Begitu pula dari kecenderungan mulut yang gampang berucap atau berjanji [lantaran—lantaran], karena terbukti kemudian diingkarinya sendiri..!? Penyebabnya cukup banyak..!! Salah satunya, mungkin lantaran orang atau kaum yang ia janjikan melalui ucapannya itu tidak lagi “profit”, atau tidak lagi memberi manfaat bagi dirinya..!?
Oleh karena itu hendaklah kita sekalian waspada terhadap peringatan sekaligus ancaman Allah, kepada orang atau kaum yang lalai dan khianat lewat mulutnya; “Kaburo maqtan ‘indallohi an taqulu ma la taf’alun.” (Mau tau artinya..!? Hayo jangan malas buka tafsir al-Qur’an-nya di Qs. Ash-Shoff {61}:3) ^.^
Wallahu tabaroka wa ta'ala a'lam.
L♥ve and Respect;
Buya Dive The Radioman
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive
Seseorang yang menempatkan diri sebagai kekasih, idealnya tidak akan suka mengumbar sikap dan perbuatan yang berlebih-lebihan, lantaran ia ingin menunjukan rasa cint♥ atau sayangnya kepada siapa pun. Namun sebaliknya, ia akan berupaya untuk menerapkan kejujuran cint♥ dengan sebenar-benarnya, yaitu melalui sikap dan perbuatan yang [selalu] sederhana—santun—lagi bijaksana...
Begitulah kekasih sejati mengelola dan memberlakukan cint♥ yang benar-benar karena Allah. Jadi bukan sekadar berucap atau menuliskan kesana—kemari “Aku mencint♥imu karena Allah”, padahal ia tidak sanggup bertanggung jawab dan istiqomah melaksanakan perkataan atau janjinya itu..!?
Buktinya, ia malah kecewa dan marah lantaran orang lain tidak berlaku sama sebagaimana dirinya..!? (Contohnya; "Saya sudah baik—setia—dll.dsb.dst, eh dia malah jahat—nggak setia—dll.dsb.dst. – alias riya' chuy, he..he..he...). Semoga sahabatku disini adalah bukan kaum yang sekadar "klise" menggunakan kalimat; "Aku mencint♥imu karena Allah.."
Adapun pemilik sikap dan perbuatan yang [selalu] sederhana—santun—lagi bijaksana, adalah kekasih sejati yang senantiasa “sami’na wa atho’na” terhadap prinsip yang telah ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam..!!” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).
Seseorang yang memegang teguh prinsip [berkata baik atau diam], insyaAllah akan terjaga dari ucapan atau perkataan yang sia-sia. Begitu pula dari kecenderungan mulut yang gampang berucap atau berjanji [lantaran—lantaran], karena terbukti kemudian diingkarinya sendiri..!? Penyebabnya cukup banyak..!! Salah satunya, mungkin lantaran orang atau kaum yang ia janjikan melalui ucapannya itu tidak lagi “profit”, atau tidak lagi memberi manfaat bagi dirinya..!?
Oleh karena itu hendaklah kita sekalian waspada terhadap peringatan sekaligus ancaman Allah, kepada orang atau kaum yang lalai dan khianat lewat mulutnya; “Kaburo maqtan ‘indallohi an taqulu ma la taf’alun.” (Mau tau artinya..!? Hayo jangan malas buka tafsir al-Qur’an-nya di Qs. Ash-Shoff {61}:3) ^.^
Wallahu tabaroka wa ta'ala a'lam.
L♥ve and Respect;
Buya Dive The Radioman
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar