Senin, 13 Juli 2015

SALES RADIO VS RADIO PROGRAM





Source and Adlibs by : 
Andy Rustam Munaf
Broadcast Sukses


Kasus paling sering yang terjadi dalam dunia broadcasting, yaitu: Sales..!?


Orang sales selalu bilang bahwa program/production salah karena rating acara-acaranya rendah. Karena pemirsa atau pendengarnya sedikit, maka orang sales tak bisa menjual. Orang program bilang, “Ini nih ada acara B yang rating-nya lumayan, orang sales tetap aja nggak bisa jual..!? 

Apalagi acara ini di-design sesuai permintaan dari orang sales, yang katanya sudah dapat masukan dari calon kliennya. Nah sekarang ngga terjual, lho koq malah program yang disalahin, dasar deh.” Persoalan saling menyalahkan ini tak akan ada habisnya, sekaligus tidak menyelesaikan persoalan..!? Apa sih persoalannya..!? Rating..!? Kreativitas acara..!? Bukaaaann...!!!


Persoalannya adalah, pemasang iklan tidak mau menggunakan media/acara anda, sebagai sarana promosi baginya. Itu persoalannya! Kalau memang ini yang jadi persoalan, maka mulailah berpikir, mengapa klien tidak mau menggunakan media anda?

Pokok Utama

Apabila anda adalah seorang pembeli, kapankah anda membeli sesuatu? Tentu saja anda akan membeli, ketika anda menginginkan atau membutuhkan sesuatu itu..!! Kalau anda sedang sakit perut, lalu ada salesman menawarkan obat sakit gigi, tentu saja anda tidak akan membelinya..!! Jadi pokok pertama, seseorang mau membeli produk anda, apabila produk itu bisa menjadi solusi atas problem-nya. Artinya, seorang salesman harus benar-benar mengetahui sebelum menawarkan, apa kebutuhan dan keinginan calon klien saat ini, serta apa problemnya..!?

Misalnya, calon klien sedang sakit perut. Maka anda harus menjelaskan kepada departemen produksi, untuk meracik/membuat obat untuk sakit perut. Obat inilah yang anda tawarkan kepada orang yang sedang sakit perut. Ada satu lagi, anda harus menjelaskan dengan sederet bukti bahwa memang obat ini adalah obat sakit perut yang manjur. Jika ini bisa anda lakukan dengan baik, maka insyaAllah ia tentu akan membeli produk Anda. 

Kembali ke broadcasting. Klien tak mau membeli, karena anda datang dengan menawarkan sesuatu yang tidak mereka butuhkan/inginkan pada saat itu. Jadi sebelum menawarkan, cari tahu apa problem pemasaran yang mereka hadapi. Lalu diskusi dengan bagian program atau produksi di stasiun anda, untuk membuat suatu acara (atau apapun) yang bisa ditawarkan sebagai bentuk solusi atas permasalahan mereka. 

Misalnya masalah pemasaran klien adalah bahwa produknya dengan promosi yang gencar, sudah mendapat awareness yang cukup, sehingga masyarakat sebenarnya sudah tahu keberadaan produk tersebut. Tetapi sayangnya, sampai sekarang tidak ada yang beli..!!

Kalau ternyata ini memang problem-nya, lantas anda datang menawarkan satu acara yang populer (rating-nya tinggi), maka sudah dipastikan ia tidak akan membeli..!! Sebab masalah mereka bukan lantaran masyarakat tidak tahu brand/produknya, sehingga menawarkan acara dengan rating tinggi, justru tidak tepat sebagai solusi masalah mereka. Jadi acara yang bagaimana dong..!?

Untuk itu anda harus menggali lagi persoalan yang sebenarnya. Mengapa orang/masyarakat sudah tahu merek/produk, tetapi tidak berkenan membeli produk tersebut..!? Apakah karena harganya mahal..?? Tempat pembeliannya sulit ditemukan..?? Prosedur membelinya susah..?? Kualitas produknya buruk..?? Rasanya tidak enak..?? Tanggal kedaluwarsanya terlalu mepet..?? Dan seterusnya, dan sebagainya...

Apabila anda bisa tahu, apa sih problemnya (calon) klien, maka anda tinggal berkreasi bersama bagian program/produksi untuk membuat racikan, sebuah acara sebagai “obat” atasi problem mereka. Tentu saja anda harus mampu membuktikan sejak awal, bahwa obat ini manjur bagi mereka. Setelah itu segeralah action. Buat penawaran dan presentasikan kepada mereka sesegera mungkin..!!

Ingat hanya action yang akan mampu membuahkan hasil..!! Action makes result..!! Jangan ‘ntar-‘sok- ‘ntar-sok..!! Hmm, sepertinya mudah ya... ^^




L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive 

0 komentar:

Posting Komentar