Minggu, 27 September 2015

RADIO BARU SEGMEN BARU PULA





Source and Adlibs by : 
Andy Rustam Munaf
Broadcast Sukses


Wahai "orang radio" di Indonesia...


Judul tulisan ini berupa kalimat tanya seorang Investor, yang [ceritanya] berencana membuka stasiun radio baru. Alasannya, karena ia melihat sudah begitu banyak stasiun radio yang mengkhususkan diri dalam segmen-segmen untuk pasar tertentu (misal: Radio Wanita, Radio Bisnis, Radio Pria, Radio Remaja (SMA), Radio Mahasiswa, Radio Muslim, dsb.), sehingga ia kehabisan ide mencari segmen pasar manalagi yang belum dimasuki radio lain. 

Bagaimana jika pertanyaan seperti itu di jawab dengan pertanyaan lagi, "Apakah anda sudah yakin, bahwa jika radio tersebut men-claim diri sebagai Radio Bisnis, lantas artinya jumlah pebisnis yang mendengarkan radio itu lebih banyak dari radio yang tidak men-claim diri sebagai Radio Bisnis?". 

Mari kita sodorkan bukti lain; menurut data sebuah survey, bahwa jumlah radio yang mengkhususkan diri hanya dalam siaran tentang Islam, ternyata jumlah muslimin yang mendengarkan radio tersebut kalah jauh dari jumlah muslimin yang mendengarkan radio yang mengkhususkan diri dalam siaran Berita saja..!? Mendapati dan memahami fakta tersebut, si Investor pun terpana dengan wajah penuh tanda tanya..??


Pembaca Majalah Memiliki Seleksi Awal

Apabila anda seorang pria masuk ke sebuah kios majalah, apakah kira-kira anda akan membeli majalah "Femina"? Tentu saja tidak. Itulah yang dimaksud dengan seleksi awal. Sebelum membeli majalah, si calon pembeli sudah melakukan seleksi awal dengan matanya melihat cover atau nama majalah. 

Tidak demikian dengan pendengar radio. Ketika anda (pria) menyalakan radio, tidak akan melakukan proses seleksi seperti itu. Telinga anda akan melakukan seleksi apakah gelombang yang tertangkap pada waktu anda menyalakan itu mengeluarkan "bunyi" seperti apa? Kalau kebetulan suara musik, maka anda akan terus mendengarkan musik itu lantaran cocok dengan selera dan keinginan. Anda tidak akan tahu sebelum penyiar atau station id menyebutkan bahwa anda sedang mendengarkan radio "Female". 

Lalu setelah anda mengetahui anda sedang mendengarkan radio yang ditujukan bukan untuk pria, apakah anda akan memindahkan gelombang? Tentu saja tidak, kecuali kalau lagu berikutnya tidak anda sukai, atau suara si penyiar tidak menyenangkan, atau suara menyenangkan tapi topik yang dibicarakan sesuatu yang tidak penting untuk anda, dst.

Jadi radio sebenarnya tidak memiliki proses seleksi awal untuk menggapai pendengar, sangat berbeda dengan majalah. Dengan demikian segmentasi pasar untuk menjadi patokan sasaran audience, tidak ada keterkaitannya sama sekali dengan klaim yang digembar-gemborkan oleh radio tersebut.

Not What You Say, It Is What You Do

Sebuah stasiun radio yang tidak pernah menamakan dirinya sebagai radio para profesional (sebut saja radio Z) dari membuka hingga menutup siarannya sepanjang hari memutar lagu/musik (sebagai basis siarannya) dari era Disko akhir 70-an sampai 80-an (Donna Summer, Quincy Jones, Lalo Schifrin, Propaganda, Bananarama, dsb). Ketika penyiarnya berbicara, terdengar suara penyiar dewasa (warna suara agak berat), yang memberi komentar atas pernyataan Duta Besar Amerika Serikat yang mengatakan bahwa pemerintah Amerika tidak menginginkan dan tidak terlibat dengan perang Israel yang menyerbu Lebanon Selatan.

Lalu penyiar tersebut mengatakan akibat perang yang masih terus berlangsung, harga minyak melonjak dan bursa saham dunia termasuk Bursa saham Jakarta menjadi terpuruk.

Nah, menurut anda mendapati siaran seperti itu, siapakah kira-kira kelompok pendengar yang akan suka mendengarkan siaran radio Z? Maka tidak sulit untuk ditebak, bahwa kelompok pendengar (atau segmen pendengar) yang berminat mendengarkannya adalah orang dewasa berusia antara 45 – 55 tahun, intelek, dan biasanya orang seperti ini akan mempunyai kedudukan yang agak tinggi dalam profesinya.

Jadi tanpa harus menyebutkan dirinya sebagai radio para profesional, namun bersama pengelolaan siaran seperti itu, dengan sendirinya kelompok pendengar Radio Z secara umum adalah para profesional yang intelek dan telah matang usianya dalam berbisnis.

Maka jawaban paling bijaksana untuk calon Investor tersebut; anda tidak perlu membuat radio baru dengan segmen baru pula. Lebih baik perbaiki saja teknik dan kualitas siaran dari radio-radio yang men-claim dirinya sebagai radio yang melayani segmen tertentu, agar apa yang di-klaimnya sebagai segmen benar-benar begitu adanya di lapangan realita...




L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive 

0 komentar:

Posting Komentar