KEKUATAN DAN KENDALA GAUL
DEFINISI GAUL (Part. 2)
Wahai “orang radio” di Indonesia... Kekuatan Gaul Banyak sekali kenyataan dalam dunia bisnis dewasa ini, orang berhasil meraih kesuksesan sebagai hasil dari hubungan pertemanan. Bahkan, hubungan diplomatik juga mengandalkan hubungan pribadi yang tulus dan intensif.
Contoh, seorang fotografer yang punya keterampilan sangat prima dan memahami teknik fotografi tercanggih, sayangnya, ia tidak menemukan alasan untuk maju. Setiap kali ditanya mengapa ia tidak membuat pameran, ia selalu meragukan tentang siapa nanti yang akan datang. Ketika dipaksa untuk membuat daftar kenalannya, ia sendiri terkejut karena orang yang dikenalnya ternyata banyak juga. Kemudian ketika pameran pun digelar, ia berhasil meraup sukses; banyak permintaan foto, bahkan ada yang mengajaknya bermitra.
Dari contoh di atas, terlihat bahwa fotografer ini sesungguhnya punya banyak kenalan, tetapi tidak berusaha menghidupkannya. Hubungan pertemanan pun menjadi mubazir. Tapi, begitu dimanfaatkan, ia menemukan begitu banyak pintu yang mengajaknya ke dunia yang lebih luas. Itulah kekuatan gaul! Kendala Gaul
Wahai “orang radio” di Indonesia... Kekuatan Gaul Banyak sekali kenyataan dalam dunia bisnis dewasa ini, orang berhasil meraih kesuksesan sebagai hasil dari hubungan pertemanan. Bahkan, hubungan diplomatik juga mengandalkan hubungan pribadi yang tulus dan intensif.
Contoh, seorang fotografer yang punya keterampilan sangat prima dan memahami teknik fotografi tercanggih, sayangnya, ia tidak menemukan alasan untuk maju. Setiap kali ditanya mengapa ia tidak membuat pameran, ia selalu meragukan tentang siapa nanti yang akan datang. Ketika dipaksa untuk membuat daftar kenalannya, ia sendiri terkejut karena orang yang dikenalnya ternyata banyak juga. Kemudian ketika pameran pun digelar, ia berhasil meraup sukses; banyak permintaan foto, bahkan ada yang mengajaknya bermitra.
Dari contoh di atas, terlihat bahwa fotografer ini sesungguhnya punya banyak kenalan, tetapi tidak berusaha menghidupkannya. Hubungan pertemanan pun menjadi mubazir. Tapi, begitu dimanfaatkan, ia menemukan begitu banyak pintu yang mengajaknya ke dunia yang lebih luas. Itulah kekuatan gaul! Kendala Gaul
1. Comfort Zone
Pernahkah anda merasa tidak butuh berhubungan dengan orang lain? Misalnya, anda merasa enggan mengangkat telpon dan menghubungi seseorang. Anda menghindar untuk menyapa seseorang yang di kenal pada suatu pertemuan, atau, anda merasa lega ketika orang yang semestinya bisa di sapa ternyata pergi menjauh, sehingga anda tidak perlu membuat kontak dengannya. Benarkah anda tidak butuh melakukan kontak dengan orang lain..!?
Apakah bukan karena keadaan sebenarnya adalah, bahwa kontak sosial dengan orang lain yang sudah benar-benar akrab membuat anda nyaman, lantaran kontak tersebut sudah terbina dan menimbulkan rasa aman..!?
Jika jawabannya “ya’, hati-hati, anda tampaknya sudah masuk ke dalam comfort zone atau zona nyaman. Lalu, mengapa kondisi nyaman tak selalu menguntungkan, malah bisa menjadi kendala dalam pergaulan..!?
Jawabannya, anda menjadi cenderung jalan di tempat, tak berani atau malas membuka hubungan baru, karena merasa “sarang” anda itu demikian nyaman.
Kontak baru tak jarang menimbulkan friksi, rasa malu, dan rasa tidak nyaman. Pun, kontak baru berkaitan dengan risiko ditolak, tidak diminati, atau tidak dikenali.
Risiko-risiko semacam inilah yang sering kali membuat orang enggan beranjak dari zona nyamannya. Lalu, mereka mencari-cari alasan untuk tidak menelpon orang lain, menolak menghadiri pertemuan RT/RW, ataupun tak mau mengunjungi rekan yang sakit.
Untuk menghindari rasa bersalah, berbagai alasan untuk meyakinkan diri sendiri pun dibuat, seperti dengan mengatakan:
- Memang dasarnya saya pemalu.
- Saya tak bisa basa-basi.
- Saya susah ngobrol dengan orang lain, atau nanti kalau sudah asyik, saya tidak bisa menghentikan pembicaraan.
- Saya nggak enak kalau harus minta tolong.
- Saya butuh privasi.
- Saya sibuk.
- Saya sulit menemukan topik pembicaraan dengan orang yang sudah lama tidak kontak dengan saya.
- Nanti kalau ada urusan yang serius, toh, saya akan berhubungan dengannya.
Mendekam di dalam zona nyaman mungkin membuat hidup Anda lebih tenang.
Namun, pada akhirnya, Anda tidak berada dalam jaringan pergaulan yang sangat Anda butuhkan.
Jaringan pergaulan memang tidak terasa kebutuhannya setiap saat. Anda baru akan merasakannya bila Anda mempunyai sasaran dan harus menemukan sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk mencapainya.
Menemukan kontak yang sesuai harapan kita tidak selalu mudah. Karena itu, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Sehingga, ketika kita membutuhkan orang lain di luar zona kita, kita tak akan menemukan kesulitan.
2. Sikap Pemalu
Tidak semua orang bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dalam waktu cepat. Mungkin Anda pernah bertemu seseorang yang bisa segera menyemarakkan ruangan, tidak pemalu, bahkan dalam sekejap menjadi populer. Bagaimana reaksi Anda terhadap diri sendiri? Apakah Anda berkata dalam hati, “Saya tidak seberani dia” atau “Saya tidak sepopuler dia”?
Perlu Anda ketahui, banyak sekali orang yang mempunyai perasaan sama dengan Anda. Bahkan, ada orang yang sangat pemalu. Sehingga, jangankan mengeluarkan kata-kata lucu, mengucapkan kata-kata pembuka pembicaraan saja ia menemukan kesulitan.
Jika Anda tergolong pemalu, ayo, ini saatnya untuk berubah. Karena, sikap pemalu adalah salah satu penghambat untuk mau terjun ke dalam pergaulan.
Tip Bagi Pemalu
• Buat sasaran yang lebih kongkret. Misalnya, pada setiap pertemuan, Anda lebih dulu menegur 2 orang yang tidak Anda kenal.
• Buatlah langkah-langkah kecil. Anda tidak perlu langsung berharap bisa berdiri di depan publik atau di pintu gerbang dan menyalami semua orang. Langkah kecil bisa berupa senyum dan melakukan kontak mata. Ini akan menarik simpati. Orang yang tertarik pada Anda akan menghampiri dan menegur Anda.
• Mulailah pertemuan dengan pertanyaan terbuka dan pujian yang tulus. Simpati yang datang akan mempermudah Anda bergaul.
• Hafalkan skrip tertentu. Dengan skrip yang khas dan di ucapkan dengan lancar, Anda akan tampil sebagai orang yang tidak salah tingkah.
• Hindari kelompok besar yang sedang berkerumun. Anda lebih baik memulai percakapan satu lawan satu.
3. Antara Ekstrover dan Introver
Orang-orang yang pada dasarnya sudah menikmati pergaulan, memang berbeda dengan mereka yang memandang kegiatan bergaul sebagai suatu tekanan. Kita bisa menggolongkan orang-orang yang dasarnya memang pandai bergaul ke dalam golongan ekstrover. Orang yang pemalu atau penyendiri dan tidak terlalu menikmati pergaulan termasuk golongan introver. Apakah orang-orang pemalu dan introver tidak bisa menjadi bintang dalam pergaulan?
Seseorang yang introver dan penyendiri mungkin akan mengatakan bahwa ia sangat lelah seusai menghadiri pertemuan-pertemuan sosial dan membutuhkan waktu untuk berada di kamar sendirian dan berkutat dengan buku bacaannya. Hanya dengan upaya inilah dia akan merasa segar kembali.
Namun, ada juga orang yang terkesan pendiam, tetapi sangat disukai teman-temannya. Bila tidak muncul di suatu pertemuan, dia biasanya dicari-cari. Mengapa bisa demikian?
Mungkin dia memang pendiam, tapi dia adalah orang yang terbuka dalam pergaulan. Dia tidak menghindari pertemuan-pertemuan dengan orang lain, bahkan sangat menikmatinya. Ia juga bersedia bergabung dan menjadi teman curhat orang lain, sehingga dia selalu diingat dan dicari.
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar