JANGAN SUKA LATAH
Sahabat penyiar...
Tatkala media besar, sedang, hingga yang kecil sekali pun ikut [heboh] membahas dan memberitakan khabar terkini, dimana berita itu boleh jadi sedang hangat; sebutlah misalnya tragedi pesawat AirAsia. Saya sarankan, sebaiknya siaran anda tidak usah ikut-ikutan membahas dan atau mengulang-ulang khabar tersebut. Apa lagi jika materinya [hanya] sekadar ‘copas’ dari suatu sumber, kemudian anda bacakan kembali se-apa adanya..!?
Terdapat beberapa kemungkinan pendengar akan [langsung] pindah “channel”, jika anda ikut-ikutan menyiarkan sekadar materi ‘copas’...
• Mereka sudah bosan mendapati informasi sejenis..!?
• Mereka sudah tahu lebih dulu tentang informasi itu..!?
• Belum tentu semua pendengar anda “kepo” sebagaimana “nyinyirnya” kebanyakan media tersebut..!?
• Dan lain sebagainya.
Hiraukan saja argumentasi ini, jika sekiranya anda [mungkin] mampu menggali suatu informasi luar biasa dari berita yang sedang hangat untuk disiarkan, misalnya;
• STARA anda punya tim investigasi dan reporter yang meliput langsung dari sumber berita, namun tetap saja perhatikan durasi—eksklusifitas berita—serta akurasi dan kebenarannya.
• Menyiarkan keterangan eksklusif dari keluarga—kerabat—atau pihak-pihak yang berkenaan dengan pemberitaan.
• Menyiarkan keterangan unik dan menarik dari berita yang sedang hangat, namun belum terlalu banyak diketahui oleh khalayak.
• Dan lain sebagainya.
Maaf kawan, apabila STARA anda [mungkin] belum sampai sejauh itu, dan atau bukan ber-positioning [misalnya] sebagai radio berita; sebaiknya jangan sekadar ikut-ikutan menyiarkan suatu berita yang meski sedang hangat..!? Jika pun anda ingin partisipasi menyiarkan suatu berita yang sedang hangat, maka saya sarankan, cukup adlibs-kan suatu materi lain, namun senada dengan topik yang sedang hangat itu. Ingat..! Tetap saja komunikasikan adlib-adlib dengan menggunakan bahasa tutur yang mudah dipahami—benar—singkat—jelas—berisi—menarik—dan hendaknya juga memberi manfaat, misalnya;
“Mesin pesawat terbang secara umum ada dua jenis, pertama mesin baling-baling, kedua mesin jet. Dari dua jenis mesin ini, tetap saja mereka punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Mesin baling-baling terbangnya lebih lambat dan lebih rendah, dibandingkan mesin jet yang tentu saja terbangnya lebih cepat dan lebih tinggi. Jika mesin baling-baling [misalnya] tiba-tiba mati selagi mengudara, maka biasanya ia akan tetap melayang di udara dan turun perlahan-lahan, sehingga pilot bisa melakukan pendaratan darurat pada tempat yang di anggap paling memungkinkan. Sedangkan jika mesin jet [misalnya] tiba-tiba mati selagi mengudara, wah kejadian seperti itu biasanya sangat berbahaya..!! Sebab pesawat jet ini langsung hilang kendali dan meluncur turun dengan cepat, sehingga pilot akan sangat sulit melakukan pendaratan darurat..!?
Bisa jadi ada yang komentar; “Wah kalo gitu lebih aman naik pesawat yang mesinya baling-baling donk..!? He..he..he.. nggak gitu juga keles... Ingat donk, untuk perkara hidup—mati, maka Robb kita sudah memastikan; “Di mana saja kamu berada, kematian akan menjumpai kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh...” (Qs. an-Nisaa’ [4}:78). Sudahlah, jika anda harus terbang karena ingin mengunjungi suatu tempat yang jauh, silakan gunakan jasa penerbangan apa saja yang sesuai dengan selera dan kesanggupan. Justeru perihal paling penting yang harus kita utamakan adalah; prinsip doa bersama “Basmallah”, pasrah, dan beli tiketnya dengan uang yang halal..!!”
Follow Buya Dive The Radioman :
Tatkala media besar, sedang, hingga yang kecil sekali pun ikut [heboh] membahas dan memberitakan khabar terkini, dimana berita itu boleh jadi sedang hangat; sebutlah misalnya tragedi pesawat AirAsia. Saya sarankan, sebaiknya siaran anda tidak usah ikut-ikutan membahas dan atau mengulang-ulang khabar tersebut. Apa lagi jika materinya [hanya] sekadar ‘copas’ dari suatu sumber, kemudian anda bacakan kembali se-apa adanya..!?
Terdapat beberapa kemungkinan pendengar akan [langsung] pindah “channel”, jika anda ikut-ikutan menyiarkan sekadar materi ‘copas’...
• Mereka sudah bosan mendapati informasi sejenis..!?
• Mereka sudah tahu lebih dulu tentang informasi itu..!?
• Belum tentu semua pendengar anda “kepo” sebagaimana “nyinyirnya” kebanyakan media tersebut..!?
• Dan lain sebagainya.
Hiraukan saja argumentasi ini, jika sekiranya anda [mungkin] mampu menggali suatu informasi luar biasa dari berita yang sedang hangat untuk disiarkan, misalnya;
• STARA anda punya tim investigasi dan reporter yang meliput langsung dari sumber berita, namun tetap saja perhatikan durasi—eksklusifitas berita—serta akurasi dan kebenarannya.
• Menyiarkan keterangan eksklusif dari keluarga—kerabat—atau pihak-pihak yang berkenaan dengan pemberitaan.
• Menyiarkan keterangan unik dan menarik dari berita yang sedang hangat, namun belum terlalu banyak diketahui oleh khalayak.
• Dan lain sebagainya.
Maaf kawan, apabila STARA anda [mungkin] belum sampai sejauh itu, dan atau bukan ber-positioning [misalnya] sebagai radio berita; sebaiknya jangan sekadar ikut-ikutan menyiarkan suatu berita yang meski sedang hangat..!? Jika pun anda ingin partisipasi menyiarkan suatu berita yang sedang hangat, maka saya sarankan, cukup adlibs-kan suatu materi lain, namun senada dengan topik yang sedang hangat itu. Ingat..! Tetap saja komunikasikan adlib-adlib dengan menggunakan bahasa tutur yang mudah dipahami—benar—singkat—jelas—berisi—menarik—dan hendaknya juga memberi manfaat, misalnya;
“Mesin pesawat terbang secara umum ada dua jenis, pertama mesin baling-baling, kedua mesin jet. Dari dua jenis mesin ini, tetap saja mereka punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Mesin baling-baling terbangnya lebih lambat dan lebih rendah, dibandingkan mesin jet yang tentu saja terbangnya lebih cepat dan lebih tinggi. Jika mesin baling-baling [misalnya] tiba-tiba mati selagi mengudara, maka biasanya ia akan tetap melayang di udara dan turun perlahan-lahan, sehingga pilot bisa melakukan pendaratan darurat pada tempat yang di anggap paling memungkinkan. Sedangkan jika mesin jet [misalnya] tiba-tiba mati selagi mengudara, wah kejadian seperti itu biasanya sangat berbahaya..!! Sebab pesawat jet ini langsung hilang kendali dan meluncur turun dengan cepat, sehingga pilot akan sangat sulit melakukan pendaratan darurat..!?
Bisa jadi ada yang komentar; “Wah kalo gitu lebih aman naik pesawat yang mesinya baling-baling donk..!? He..he..he.. nggak gitu juga keles... Ingat donk, untuk perkara hidup—mati, maka Robb kita sudah memastikan; “Di mana saja kamu berada, kematian akan menjumpai kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh...” (Qs. an-Nisaa’ [4}:78). Sudahlah, jika anda harus terbang karena ingin mengunjungi suatu tempat yang jauh, silakan gunakan jasa penerbangan apa saja yang sesuai dengan selera dan kesanggupan. Justeru perihal paling penting yang harus kita utamakan adalah; prinsip doa bersama “Basmallah”, pasrah, dan beli tiketnya dengan uang yang halal..!!”
L♥ve and Respect;
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0
Follow Buya Dive The Radioman :
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar