Kamis, 23 April 2015

TENTANG PEMIMPIN





Bismillaahirrohmaanirrohiim;
Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

Wahai sahabat...


Terjungkalnya seseorang yang mengaku dan atau ingin jadi pemimpin [dari sudut mana pun], adalah jika ia tidak sanggup, bahkan gagal memimpin dirinya sendiri..!! 

Maka dimana letak kebenaran klaim yang menyatakan ingin memimpin orang lain tersebut, sedangkan untuk memimpin diri sendiri, misalkan; perihal ucapan dengan perbuatan, atau melaksanakan kewajibannya sebagai muslim saja tidak berjalan sebagaimana semestinya..!?

Oleh karena itu, hendaknya kita jangan sampai terkecoh oleh sekadar publisitas, atau dari ucapan-ucapan dan penampilan yang seolah meyakinkan sedemikian rupa, padahal orang yang mengaku dan atau ingin jadi pemimpin tersebut, mungkin sedang merancang suatu "goals" yang menguntungkan dirinya sendiri..!?


Sedangkan pemimpin yang baik dan benar serta bukan produk rekayasa, adalah orang yang taqwa di antara kalian, dimana Allah ta'ala pasti paling tahu mana hamba-Nya yang benar-benar taqwa..!!

Meski demikian, sebenarnya kita juga bisa saksikan dan menilai kadar ketaqwaan seseorang, yang insyaAllah mendekati kebenaran, yaitu dari sejalannya antara ucapan dengan perbuatan—dimana ia selalu bertanggung jawab melaksanakan kewajibannya sebagai muslim—amanah, jujur, lagi selalu menepati janji—serta beragam kebaikan lain yang mungkin tidak banyak, tetapi istiqomah dilaksanakannya dengan senang hati, sehingga wajahnya pun senantiasa tampak bahagia dan berseri-seri... ♥♥

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar kamu saling kenal-mengenal. SESUNGGUHNYA ORANG YANG PALING MULIA DI SISI ALLAH ADALAH ORANG YANG PALING TAQWA DI ANTARA KAMU. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. al-Hujuurat {49}:13), “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, maka bertakqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Qs. al-Baqarah {2}:197).

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala ridho mendapati hujjah singkat ini, sehingga DIA berkenan memberi kepahaman atas diri kita sekalian bagaimana bersikap untuk perkara memimpin dan di pimpin sebagaimana tersebut.

Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam.




L♥ve and Respect;
Buya Dive The Radioman
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0

Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive

Note :

PEMIMPIN yang CERDAS [baik—benar--bijaksana] adalah orang yang TAQWA.
PEMIMPIN yang DUNGU [ingkar dan serakah] adalah  orang yang DURHAKA.
PEMIMPIN yang DUSTA [fasiq dan munafiq] adalah orang yang KHIANAT.

0 komentar:

Posting Komentar