PERBEDAAN ORANG CERDAS DENGAN ORANG BODOH
Wahai sahabat...
Bersama uraian di bawah ini, terdapat 50 [lima puluh] perbedaan antara orang cerdas dengan orang bodoh. Boleh jadi tulisan itu akan mengajak pembacanya untuk melakukan introspeksi diri—berbaik sangka—berburuk sangka—atau “DEG” lantas senyam senyum sendiri..!? Ya sudah, selamat mengikuti...
01. Perbedaan utama orang cerdas dengan orang bodoh terletak pada kesadaran dan pengakuan. Orang cerdas menyadari dan mengakui kecerdasannya, sehingga ia merasa bodoh di hadapan Robb-nya. Sedangkan orang bodoh tidak menyadari dan tidak mengakui kebodohannya, sehingga ia merasa cerdas dihadapan Robb-nya.
02. Orang cerdas bercermin pada kematian, sedangkan orang bodoh becermin pada kehidupan.
03. Orang cerdas lebih banyak menghitung-hitung kekurangannya, sedangkan orang bodoh bangga menghitung-hitung kelebihannya.
04. Orang cerdas selalu menuntut dirinya untuk mengasihi, menyayangi, serta mencintai, sedangkan orang bodoh selalu menuntut untuk dikasihi, disayangi serta dicintai.
05. Orang cerdas berharap dapat mengenal dirinya sendiri, sedangkan orang bodoh berharap orang lain untuk mengenal dirinya.
06. Orang cerdas memikirkan bagaimana membalas kebaikan orang lain, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana agar orang lain membalas kebaikannya.
07. Orang cerdas berpikir secara sistematis, metodologis, serta rasional, sedangkan orang bodoh berpikir dengan cara spekulatif dan emosional.
08. Orang cerdas selalu berusaha untuk mewujudkan pemikirinnya, sedangkan orang bodoh hanya larut bersama pemikirannya tetapi tidak pernah diwujudkannya.
09. Orang cerdas bertindak [melakukan untuk dirinya sendiri] sebelum menasehati, sedangkan orang bodoh seolah begitu pandai menasehati padahal ia tidak melakukan untuk dirinya sendiri.
10. Orang cerdas selalu berkaca tanpa cermin, sedangkan orang bodoh selalu berkaca dengan cermin.
11. Orang cerdas selalu berpikir beragam cara untuk memuji, sedangkan orang bodoh selalu berpikir berbagai cara untuk di puji.
12. Orang cerdas selalu berusaha mencari dan mengumpulkan ilmu, sedangkan orang bodoh selalu berusaha mencari dan mengumpulkan harta.
13. Orang cerdas “memikul” buku-buku didalam benaknya, sedangkan orang bodoh benar-benar memikul buku-buku di kendaraannya.
14. Orang cerdas lebih sering berbuat daripada berbicara, sedangkan orang bodoh lebih sering berbicara daripada berbuat.
15. Orang cerdas merasa butuh memohon kepada Robb-nya, sedangkan orang bodoh merasa diminta dan diperlukan oleh Robb-nya.
16. Orang cerdas mengetahui adanya kemudahan di setiap kesulitan, orang bodoh merasa kesulitan menghadapi kemudahan.
17. Orang cerdas mengumpulkan harta untuk di belanjakan di jalan-Nya, sedangkan orang bodoh mengumpulkan harta untuk dibelanjakan dijalannya.
18. Orang cerdas merasa malu mengharap pertolongan dari orang lain, sedangkan orang bodoh tidak merasa malu mengharapkan pertolongan dari orang lain.
19. Orang cerdas bisa belajar dari kegagalan, sedangkan orang bodoh sering terbuai oleh keberhasilan.
20. Orang cerdas memandang pasangan hidupnya sebagai mitra, sedangkan orang bodoh memandang pasangan hidupnya sebagai bawahan.
21. Orang cerdas senantiasa membicarakan tentang kebesaran Robb-nya, sedangkan orang bodoh malah repot membicarakan kehebatan dirinya.
22. Orang cerdas tidak akan membiarkan dirinya larut dalam ketidaktahuan, sedangkan orang bodoh malah menjerumuskan dirinya dalam ketidaktahuan.
23. Orang cerdas memimpin dengan suri tauladan, sedangkan orang bodoh tak mampu untuk memimpin dirinya sendiri.
24. Orang cerdas lebih sering memandang kebawah untuk urusan dunia, sedangkan orang bodoh selalu memandang kebawah untuk urusan akhirat.
25. Orang cerdas berbicara dengan akal, sedangkan orang bodoh berbicara dengan lidah.
26. Orang cerdas selalu mudah untuk dipahami, sedangkan orang bodoh selalu sulit untuk dipahami.
27. Orang cerdas hanya mencuri ilmu, sedangkan orang bodoh mencuri apapun yang dibutuhkannya.
28. Orang cerdas mencintai apa yang di sukai Robb-nya, sedangkan orang bodoh membenci apa yang disukai Robb-nya.
29. Orang cerdas selalu bersyukur disaat senang maupun susah, sedangkan orang bodoh tak mampu bersyukur walau pun di saat senang.
30. Orang cerdas bersandar pada do’anya, sedangkan orang bodoh bersandar pada kemampuannya.
31. Orang cerdas mampu menertawakan musibah, sedangkan orang bodoh selalu dtertawakan musibah.
32. Orang cerdas selalu mencari kebenaran, sedangkan orang bodoh selalu menutupi kebenaran.
33. Orang cerdas selalu berupaya melupakan kebaikannya, sedangkan orang bodoh sibuk mengingatkan orang lain tentang kebaikannya.
34. Orang cerdas mempersiapkan diri menuju kematian, sedangkan orang bodoh hanya menunggu waktu kematian.
35. Orang cerdas memandang keturunannya sebagai amanah yang akan menyelamatkannya, sedangkan orang bodoh memandang keturunannya sebagai beban yang akan menyusahkannya.
36. Orang cerdas selalu memohon ampun kepada Robb-nya, sedangkan orang bodoh merasa tak perlu memohon maaf kepada siapapun.
37. Orang cerdas mampu meminta maaf sekaligus memaafkan orang lain, sedangkan orang bodoh bahkan tak mampu memaafkan dirinya sendiri.
38. Orang cerdas merasa membutuhkan dan dibutuhkan masyarakat, sedangkan orang bodoh merasa tidak membutuhkan masyarakat, apalagi dibutuhkan masyarakat.
39. Orang cerdas cukup dinasehati dengan musibah, sedangkan orang bodoh selalu minta dinasehati saat tertimpa musibah.
40. Orang cerdas berpikir bagaimana caranya untuk memberi, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana caranya untuk meminta.
41. Orang cerdas tak mampu menolak pemberian karena merasa malu, sedangkan orang bodoh tak mampu memberi karena tak memiliki rasa malu.
42. Orang cerdas berusaha membantu orang lain untuk membayar utangnya, sedangkan orang bodoh selalu menanggguhkan pembayaran utangnya padahal ia mampu.
43. Orang cerdas selalu berorientasi kepada masa depannya, sedangkan orang bodoh dipenjara oleh masa lalunya.
44. Orang cerdas tidak pernah memulai tanpa mengakhiri, sedangkan orang bodoh tidak mampu mengakhiri sesuatu yang dimulainya.
45. Orang cerdas selalu merasa bebas dan bertanggung jawab, sedangkan orang bodoh mengginginkan kebebasan tanpa tanggung jawab.
46. Orang cerdas suka memandang isi dibanding kulit, sedangkan orang bodoh lebih suka memandang kulIt dibanding isi.
47. Orang cerdas mendidik keluarganya dengan kepemimpinan spiritualistik, sedangkan orang bodoh mendidik keluarganya dengan kepemimpinan yang otoriter dan materilistik.
48. Orang cerdas memandang kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan, sedangkan orang bodoh memandang kegagalan sebagai penghalang menuju kesuksesan.
49. Orang cerdas selalu ditunggu dan disenangi oleh orang banyak, sedangkan orang bodoh selalu tak di inginkan kehadirannya oleh orang banyak.
50. Orang cerdas meletakkan lidah di belakang akal, sedangkan orang bodoh berbicara tanpa akal.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; “Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Qs. al-A’roof {7}:199).
Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam.
L♥ve and Respect;
Buya Dive The Radioman
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive
01. Perbedaan utama orang cerdas dengan orang bodoh terletak pada kesadaran dan pengakuan. Orang cerdas menyadari dan mengakui kecerdasannya, sehingga ia merasa bodoh di hadapan Robb-nya. Sedangkan orang bodoh tidak menyadari dan tidak mengakui kebodohannya, sehingga ia merasa cerdas dihadapan Robb-nya.
02. Orang cerdas bercermin pada kematian, sedangkan orang bodoh becermin pada kehidupan.
03. Orang cerdas lebih banyak menghitung-hitung kekurangannya, sedangkan orang bodoh bangga menghitung-hitung kelebihannya.
04. Orang cerdas selalu menuntut dirinya untuk mengasihi, menyayangi, serta mencintai, sedangkan orang bodoh selalu menuntut untuk dikasihi, disayangi serta dicintai.
05. Orang cerdas berharap dapat mengenal dirinya sendiri, sedangkan orang bodoh berharap orang lain untuk mengenal dirinya.
06. Orang cerdas memikirkan bagaimana membalas kebaikan orang lain, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana agar orang lain membalas kebaikannya.
07. Orang cerdas berpikir secara sistematis, metodologis, serta rasional, sedangkan orang bodoh berpikir dengan cara spekulatif dan emosional.
08. Orang cerdas selalu berusaha untuk mewujudkan pemikirinnya, sedangkan orang bodoh hanya larut bersama pemikirannya tetapi tidak pernah diwujudkannya.
09. Orang cerdas bertindak [melakukan untuk dirinya sendiri] sebelum menasehati, sedangkan orang bodoh seolah begitu pandai menasehati padahal ia tidak melakukan untuk dirinya sendiri.
10. Orang cerdas selalu berkaca tanpa cermin, sedangkan orang bodoh selalu berkaca dengan cermin.
11. Orang cerdas selalu berpikir beragam cara untuk memuji, sedangkan orang bodoh selalu berpikir berbagai cara untuk di puji.
12. Orang cerdas selalu berusaha mencari dan mengumpulkan ilmu, sedangkan orang bodoh selalu berusaha mencari dan mengumpulkan harta.
13. Orang cerdas “memikul” buku-buku didalam benaknya, sedangkan orang bodoh benar-benar memikul buku-buku di kendaraannya.
14. Orang cerdas lebih sering berbuat daripada berbicara, sedangkan orang bodoh lebih sering berbicara daripada berbuat.
15. Orang cerdas merasa butuh memohon kepada Robb-nya, sedangkan orang bodoh merasa diminta dan diperlukan oleh Robb-nya.
16. Orang cerdas mengetahui adanya kemudahan di setiap kesulitan, orang bodoh merasa kesulitan menghadapi kemudahan.
17. Orang cerdas mengumpulkan harta untuk di belanjakan di jalan-Nya, sedangkan orang bodoh mengumpulkan harta untuk dibelanjakan dijalannya.
18. Orang cerdas merasa malu mengharap pertolongan dari orang lain, sedangkan orang bodoh tidak merasa malu mengharapkan pertolongan dari orang lain.
19. Orang cerdas bisa belajar dari kegagalan, sedangkan orang bodoh sering terbuai oleh keberhasilan.
20. Orang cerdas memandang pasangan hidupnya sebagai mitra, sedangkan orang bodoh memandang pasangan hidupnya sebagai bawahan.
21. Orang cerdas senantiasa membicarakan tentang kebesaran Robb-nya, sedangkan orang bodoh malah repot membicarakan kehebatan dirinya.
22. Orang cerdas tidak akan membiarkan dirinya larut dalam ketidaktahuan, sedangkan orang bodoh malah menjerumuskan dirinya dalam ketidaktahuan.
23. Orang cerdas memimpin dengan suri tauladan, sedangkan orang bodoh tak mampu untuk memimpin dirinya sendiri.
24. Orang cerdas lebih sering memandang kebawah untuk urusan dunia, sedangkan orang bodoh selalu memandang kebawah untuk urusan akhirat.
25. Orang cerdas berbicara dengan akal, sedangkan orang bodoh berbicara dengan lidah.
26. Orang cerdas selalu mudah untuk dipahami, sedangkan orang bodoh selalu sulit untuk dipahami.
27. Orang cerdas hanya mencuri ilmu, sedangkan orang bodoh mencuri apapun yang dibutuhkannya.
28. Orang cerdas mencintai apa yang di sukai Robb-nya, sedangkan orang bodoh membenci apa yang disukai Robb-nya.
29. Orang cerdas selalu bersyukur disaat senang maupun susah, sedangkan orang bodoh tak mampu bersyukur walau pun di saat senang.
30. Orang cerdas bersandar pada do’anya, sedangkan orang bodoh bersandar pada kemampuannya.
31. Orang cerdas mampu menertawakan musibah, sedangkan orang bodoh selalu dtertawakan musibah.
32. Orang cerdas selalu mencari kebenaran, sedangkan orang bodoh selalu menutupi kebenaran.
33. Orang cerdas selalu berupaya melupakan kebaikannya, sedangkan orang bodoh sibuk mengingatkan orang lain tentang kebaikannya.
34. Orang cerdas mempersiapkan diri menuju kematian, sedangkan orang bodoh hanya menunggu waktu kematian.
35. Orang cerdas memandang keturunannya sebagai amanah yang akan menyelamatkannya, sedangkan orang bodoh memandang keturunannya sebagai beban yang akan menyusahkannya.
36. Orang cerdas selalu memohon ampun kepada Robb-nya, sedangkan orang bodoh merasa tak perlu memohon maaf kepada siapapun.
37. Orang cerdas mampu meminta maaf sekaligus memaafkan orang lain, sedangkan orang bodoh bahkan tak mampu memaafkan dirinya sendiri.
38. Orang cerdas merasa membutuhkan dan dibutuhkan masyarakat, sedangkan orang bodoh merasa tidak membutuhkan masyarakat, apalagi dibutuhkan masyarakat.
39. Orang cerdas cukup dinasehati dengan musibah, sedangkan orang bodoh selalu minta dinasehati saat tertimpa musibah.
40. Orang cerdas berpikir bagaimana caranya untuk memberi, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana caranya untuk meminta.
41. Orang cerdas tak mampu menolak pemberian karena merasa malu, sedangkan orang bodoh tak mampu memberi karena tak memiliki rasa malu.
42. Orang cerdas berusaha membantu orang lain untuk membayar utangnya, sedangkan orang bodoh selalu menanggguhkan pembayaran utangnya padahal ia mampu.
43. Orang cerdas selalu berorientasi kepada masa depannya, sedangkan orang bodoh dipenjara oleh masa lalunya.
44. Orang cerdas tidak pernah memulai tanpa mengakhiri, sedangkan orang bodoh tidak mampu mengakhiri sesuatu yang dimulainya.
45. Orang cerdas selalu merasa bebas dan bertanggung jawab, sedangkan orang bodoh mengginginkan kebebasan tanpa tanggung jawab.
46. Orang cerdas suka memandang isi dibanding kulit, sedangkan orang bodoh lebih suka memandang kulIt dibanding isi.
47. Orang cerdas mendidik keluarganya dengan kepemimpinan spiritualistik, sedangkan orang bodoh mendidik keluarganya dengan kepemimpinan yang otoriter dan materilistik.
48. Orang cerdas memandang kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan, sedangkan orang bodoh memandang kegagalan sebagai penghalang menuju kesuksesan.
49. Orang cerdas selalu ditunggu dan disenangi oleh orang banyak, sedangkan orang bodoh selalu tak di inginkan kehadirannya oleh orang banyak.
50. Orang cerdas meletakkan lidah di belakang akal, sedangkan orang bodoh berbicara tanpa akal.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; “Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Qs. al-A’roof {7}:199).
Wallahu tabaroka wa ta’ala a’lam.
L♥ve and Respect;
Buya Dive The Radioman
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive
0 komentar:
Posting Komentar