KECEPATAN ATAU TEMPO
BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 4 : Kecepatan atau Tempo
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Ada dua faktor yang berhubungan dengan kecepatan, yang pertama yaitu kecepatan keseluruhan, maksudnya tingkat atau jumlah kata permenit ; yang kedua kecepatan dalam menggunakan kata perkata.
Melakukan siaran membutuhkan keragaman dalam kecepatan, karena banyaknya jenis materi siaran. Kondisi perasaan, emosional dan kecepatan sangat berhubungan erat. Dengan melakukan variasi dalam kecepatan dan impresi dapat diperoleh lewat pembacaan yang lambat sangat keras atau cepat. Pilihan kecepatan bisa mempengaruhi tingkat pemahaman. Jika sedang membacakan suatu narasi, pilih kecepatan yang tepat, karena jika terlalu cepat pesan penyiar tidak akan mengkomunikasikan sesuatu apapun.
Devito dalam bukunya “the Element of Public speaking” menyebutkan: “Rate refers to the speed at which you speak, about 150 word per minute seems average for speaking, the problem of rate are speaking too fast or too slow, or with too little variation or too predictable a pattern”.
(Tempo mengacu pada kecepatan dimana Anda berbicara sekitar 150 kata permenit terlihat normal untuk berbicara, masalah pada tempo berbicara adalah terlalu cepat atau terlalu lambat—atau dengan sedikit variasi atau pola yang sangat dapat dipastikan).
Penyiar perlu untuk mendengar kapan harus lambat, bagaimana memperlihatkan kontras dalam ritme, dan bagaimana menggunakan jeda. Contoh bacaan berikut merupakan suatu pembukaan narasi program penyiaran radio tentang perkembangan radio. Nada baca adalah percakapan dan nostalgis. Ketika membacanya,narator harus berusaha mengkomunikasikan apreasinya terhadap zaman keemasan penyiaran radio dengan tujuan untuk mendapatkan respon yang sama dari pendengar.
“Perkembangan lebih dari sekedar bagian masa lalu. Radio mulai tumbuh dan berkembang menjadi bentuk seni sejati di dunia, melewati tiga dekade. Ia mempengaruhi setiap bagian hidup kita. Ia membantu kita untuk bisa tertawa dalam waktu depresi, dan menjadi bagian terpenting sebagai hiburan kita. Radio membantu ibu rumah tangga melupakan masalah-masalahnya untuk sesaat dan melarikan diri kedalam dunia yang menghibur.
Melalui radio kita semua dapat berkelana ke seluruh dunia dan kita dapat memasuki alam pikiran yang kita inginkan, menutupi pikiran manusia sehingga tidak bisa melihat kita dengan bayangan, dan tentu saja kita dapat melewati hamparan wilayah.
Kita sebagai pendengar ikut ambil bagian dalam mengembangkan drama-drama pengembangan kehidupan ini. Kita melihat irama kehidupan manusia, dinamisasi perjuangan kehidupan, dan kekaguman penemuan baru. Kita melihat dunia masa lalu,percobaan elektronik, atau komunikasi melalui suara.
Kita melihat itu semua lebih besar dari kehidupan, suatu layer imajinasi yang penuh warna. Ketika kita mendengar melalui perangkat radio kristal, model meja, radio mobil, atau konsul yang bagus, batas yang ada datang dari kemampuan untuk membiarkan imajinasi kita berkelana.”
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar