Rabu, 07 Oktober 2015

PERUBAHAN NADA SUARA





BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 5 : Infleksi ( Perubahan Nada Suara )

Wahai “orang radio” di Indonesia...

Bahasa mempunyai pola melodi yang khusus. Suatu kesalahan yang dikutip bisa menggambarkan hal ini. Penyiar radio yang belajar kemampuan berbicara harus familiar dengan latihan variasi makna dan emosi; dengan mengatakan “oh” atau “ya” dalam berbagai cara “kedekatan” fisik penilai terhadap penyiar memungkinkan penggunakan infleksi yang luas untuk menandakan bentuk pikiran dan perasaannya pada waktu itu.

Perilaku penyiar terhadap informasi yang disampaikan akan terlihat dalam pola melodi pembicaraannya. Selain itu kesehatan, keyakinan terhadap kemampuan dan petunjuk akan personalitas yang bisa diketahui lewat infeksi suaranya. Ada tiga pola melodi yang sangat umum;

1. Pola mekanis, menahan suara secara transisional
2. Pola menyanyi
3. Pola-pola naik turun.

1. Pola mekanis, menahan suara secara transisional.

Pola ini merupakan hasil dari kondisi-kondisi kerja di beberapa penyiaran radio. Selain penyiar membaca naskah, mencari data lagu yang akan di putar, mengisi catatan siaran, mempersiapkan insert program segmen waktu selanjutnya, mengecek level volume yang keluar, mengambil catatan dari dokumen penulis naskah, atau harus menjawab telepon.

Dengan semua tanggung jawab dan kegiatan ini penyiar mungkin tidak punya waktu yang cukup untuk mencoba melanjutkan siarannya dengan sisa waktu untuk membaca ‘adlib’.

Oleh karena itu, untuk meyakinkan dirinya mendapat waktu yang cukup untuk melihat beberapa baris kata dalam naskah, seorang penyiar biasanya meningkatkan suaranya secara mekanis pada akhir frasa, dan menahan catatan terakhirnya. Sementara menahan catatan ini dia bisa menoleh untuk mengecek judul lagu atau volume mixer.

2. Pola Menyanyi

Pola ini banyak memainkan irama bicara dengan memainkan perubahan nada dan penjiwaan yang dalam dari sebuah perasaan.

3. Pola Naik Turun

Satu jebakan melodi yang lain muncul ketika penyiar menggunakan gaya siaran kata per kata dan frasa kombinasi kata.

Berhubungan dengan ritme pernapasan, biasanya napas setengah pendek, perubahan nada suara atau infleksi selalu naik, atau selalu turun, pada akhir flasa atau kalimat. Kurva melodi dapat dibuat jika kita mengikuti dengan pensil di tangan. Kalimat yang sama akan terasa. Atau kurvanya akan terbalik dan akan naik. Gaya ini mengarah pada gaya yang monoton.

Menurut fisher, dalam bukunya “How to become a radio disc jockey” menyebutkan “An infektion is a change in pitch or tone of voice, modulation a rise-andfall process applied to such words we wish to implant in the listener’s subconscious mind; inflection tend to highlight important points”.

(Sebuah perubahan nada adalah perubahan dalam memilih kunci nada dan mutu suara, modulasi, naik turunnya proses pada tiap kata dimana kita dapat mengharapkan tertanam pada benak pendengar; perubahan nada cenderung untuk menjadi bagian yang penting yang menonjol)”.

Sedangkan Peter Thomson dalam bukunya “The Secret of Comunication” mengatakan “If we talk a monoton the we will make it difficult for our listeners to concentrate on what we are saying. Our audience will get bored and their mind will wander off in to self dialogue or self talk. However, if we very the inflection in our voice what we have to say sound more interesting and will keep the listener’s attention”.

(Jika kita berbicara monoton, ini akan membuat sulit pendengar untuk konsentrasi pada apa yang kita bicarakan. Pendengar kita akan bosan dan pikiran mereka akan melayang pada alam pikiran mereka sendiri, bagaimanapun, jika kita mengubah nada pada suara kita dimana suara yang kita ucapkan akan lebih menarik ini akan membuat pendengar lebih memperhatikan).

Bersambung...



L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive 

0 komentar:

Posting Komentar