Rabu, 07 Oktober 2015

PERILAKU DAN GAYA





BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 6 : Perilaku & Gaya

Wahai “orang radio” di Indonesia...

Perilaku

Hal terpenting dari perilaku pribadi penyiar adalah kepercayaan diri. Harus tenang dan percaya diri saat mengudara. Pendengar dapat segera mengetahui jika penyiar gugup. Perhatian pendengar kadang terfokus pada cara penyiar berbicara daripada apa yang dibicarakan. Jika penyiar gugup maka komunikasi efektif yang diharapka akan gagal. Kepemimpinan dalam hubungan pendengar-penyiar harus dikendalikan oleh penyiar. Penyiar harus merupakan pribadi yang dominan, dan tidak mudah kalah. Segala sesuatu tentang apa yang penyiar suarakan harus meyakinkan dan dapat diterima oleh pendengar.

Catatan yang perlu diperhatikan penyiar.

Ketika perilaku penyiar yang penuh percaya diri ini berubah menjadi gaya yang menggertak, berteriak, dan merasa superior, maka penyiar tersebut telah menderita “penyakit penyiar” yaitu besar kepala. Sementara kepercayaan diri yang terkontrol adalah tujuan yang harus tercapai.

Gaya

Ini bisa dikatakan sebagai “personalitas” penyiar waktu mengudara. Seorang penyiar mungkin memiliki kehangatan, kekuatan dan terlihat seperti seorang teman yang menarik; penyiar yang lain mungkin membuat pendekatan “homey (seperti dirumah)”. Atau sosok yang berbicara sebagai tetangga kepada tetangga yang lain lewat pagar belakang; yang lain mungkin percaya pada jaminan kewenangan, yang secara jelas tidak terganggu oleh sesuatu atau seseorang, penyiar menggunakan perilaku yang gembira dan lembut. Pendekatan yang lain adalah penyiar mengambil simpati secara professional dan lembut, serta gaya yang “sederhana” yang naïf.

Gaya gaya itu bisa dikembangkan dan diperluas, namun penyiar harus menggambarkan seseorang yang diterima oleh pendengar. Setiap penyiar harus menentukan gaya yang khususnya sendiri yang paling sesuai dengan dirinya. Satu tanggung jawab tambahan dari seorang penyiar radio adalah mengembangkan beberapa gaya dan pendekatan menurut acara-acara yang dibawakan. Banyak penyiar-penyiar yang gagal dalam fleksibilitas dan adaptasi.

Untuk menjadi familiar dan penuh canda dalam acara musik popular, kemudian serius dan tulus pada waktu Talk show intelektual tinggi, kemudian bersikap tidak formal dan bercanda pada waktu partisipasi pendengar, dan bersifat hormat dan berwenang memerintah dalam program musik klasik membutuhkan skill dan konsentrasi.

Sebaliknya, tuntutan terhadap adaptasi umumnya yaitu bunglon dan memiliki kemampuan memainkan peran dalam situasi tertentu sangat penting bagi seorang penyiar untuk selalu menyenangkan di telinga pendengar.

Bersambung...



L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive 

0 komentar:

Posting Komentar