MODAL PENYIAR RADIO (C)
BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 16 : Modal Seorang Penyiar (C)
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Modal lain yang perlu dimiliki seorang penyiar radio :
11. Memiliki kemampuan bahasa yang baik :
Bahasa adalah hal yang paling mendasar dalam jurnalistik tutur. Oleh sebab itu seorang jurnalis tutur harus mengetahui ilmu kebahasaan, sekalipun hanya pada batas-batas yang sederhana dan umum seperti mengetahui kosa kata, ihwal kata dan imbuhannya, ejaan, tata kalimat, tata alenia dan pilihan serta pilahan kata dan kalimat. Sehingga memiliki kemampuan yang memadai paling tidak untuk membuat atau memperbaiki lead berita yang jelek.
12. Ramah, santun dan berempati :
Seorang jurnalis tutur ketika berinteraksi dengan narasumber, pendengar atau pemirsa sebaiknya santun dan ramah. Gunakanlah bahasa dan intonasi yang tidak kasar. Kritis bukan berarti menggabaikan keramahan dan kesopanan. Disinilah diperlukan kepiawaian seorang jurnalis tutur untuk mengemas untuk mengemas kata dan kalimat menjadi pertanyaan yang kritis, tetapi dengan penyampaian yang ramah dan sopan, sehingga narasumber akan merasa nyaman. Jika narasumber sudah merasa nyaman, maka informasi yang ingin diketahui publik akan udah digali.
13. Mampu mengendalikan emosi :
Seorang jurnalis tutur mutlak harus dapat mengendalikan emosi ketika berada ditengah pendengar atau pemirsa. Kita harus pintar bermain sandiwara, meskipun pada saat yang sama kita sedang tidak mood, stres, marah, kesal, jenuh dan tidak dalam kondisi fisik yang prima. Seorang jurnalis tutur harus pandai menyembunyikan perasaan-perasaan tersebut ketika siaran di radio atau mempresentasikan berita di televisi sehingga tidak terlihat dan tergambar oleh pendengar atau pemirsa. Intinya seorang jurnalis tutur harus selalu memiliki semangat untuk tersenyum. Pikirkan saja hal-hal yang menyenangkan sebelum kita hadir ditengah pendengar atau pemirsa, mendengarkan musik atau bersenda gurau dengan rekan kerja.
14. Kemampuan mendengar yang baik :
Seorang penyiar mutlak memiliki kemampuan mendengar dan menyimak apa yang disampaikan oleh orang yang berinteraksi dengannya, baik itu pendengar atau narasumber. Ketidakmampuan untuk mendengar dan menyimak hanya membuat kesan anchor, reporter atau presenter tidak cerdas, tidak tanggap dan telmi (telat mikir). Kita harus mampu secara cepat menangkap dan merespon maksud yang disampaikan lawan bicara kita, sehingga kita dengan mudah mengajukan kembali pertanyaan berikutnya dengan pertanyaan yang pas dan cerdas.
15. Vitalitas :
Seorang jurnalis tutur dituntut untuk tampil prima, dinamis dan bersemangat. Kalau sedang merasa sakit, jengkel dan marah jangan sampai tercermin dari suara yang kita keluarkan.
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar