MODAL SEORANG PENYIAR (A)
BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 14 : Modal Seorang Penyiar (A)
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Modal utama yang perlu dimiliki seorang penyiar radio :
01. Suara : Tentu saja..!!
Suara menjadi modal utama seorang penyiar radio. Namun suara yang bagus bukan berarti memiliki suara layaknya seorang penyanyi. Suara seorang penyiar radio adalah suara yang berkarakter (memiliki warna suara yang khas, artikulasi yang jelas dan intonasi yang terkontrol) serta original (meski memiliki panutan, namun menjadi diri sendiri itu lebih penting). Nah, karakter suara inilah yang akan berpengaruh pada imajinasi para pendengar.
02. Kemampuan (capability) :
Seorang penyiar dituntut untuk cerdas, karena ia harus mampu menyampaikan informasi dengan baik, benar dan menarik kepada pendengar.
Untuk hal yang satu ini, seorang penyiar harus mampu mengendalikan emosi dan perasaannya, memiliki sense of humor serta mengembangkan feather of mind; yang artinya mengandalkan kekuatan audio untuk memvisualisasikan suatu keadaan. Untuk menunjang kemampuannya, seorang penyiar dituntut untuk berwawasan luas dan terus mengikuti perkembangan informasi.
03. Keterampilan (skill) :
Berbicara yang baik, benar dan menarik tentu adalah hal yang gampang-gampang susah. Tidak mengherankan jika keterampilan utama seorang penyiar adalah keterampilan ‘ngomong’. Namun, seorang penyiar tidak hanya bertugas untuk berbicara saja, tetapi juga mengoperasikan perangkat siar (mic, mixer dan computer). Karena itulah, kemampuan yang dimaksud tidak hanya kemampuan berbicara atau menyampaikan informasi pada pendengar, tapi kemampuan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan dunia penyiaran.
04. Sikap (attitude) :
Untuk beberapa radio, attitude atau sikap ternyata menjadi poin terpenting kedua setelah memiliki suara yang bagus. Seorang penyiar (meski di radio lokal sekalipun), telah menjadi public figure yang secara tidak langsung menjadi panutan banyak orang. Karena itulah, ‘sikap‘ turut menjadi modal terpenting seorang penyiar. Selain itu, profesi ini membutuhkan pribadi-pribadi yang mampu bekerja sama dalam tim.
05. Menguasai Bahasa Jurnalistik Tutur :
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh jurnalis tutur (reporter, presenter berita, atau anchor) dalam menggunakan bahasa jurnalistik tutur:
a. Artikulasi : Pengucapan kata-kata, frase dan kalimat serta istilah khusus harus jelas, tegas, benar dan akurat.
b. Intonasi: Nada pengucapan, naik turunnya lagu kalimat atau langgam nada kalimat harus tepat. Sehingga penjiwaan dalam bertutur akan terdengar cukup baik. Intonasi yang keliru dapat membuat pemaknaan dan penafsiran kalimat jadi keliru. Seorang jurnalis tutur harus berusaha agar pendengar (radio) dan pemirsa (televisi) tidak salah dalam menafsirkan tuturan lantaran intonasi yang tidak tepat.
c. Aksentuasi: Penekanan atau penegasan terhadap kata atau kalimat yang biasanya akan berpengaruh terhadap maksud atau makna kalimat.
d. Speed: Cepat lambatnya pengucapan kalimat. Terlalu cepat akan membuat artikulasi tidak jelas dan intonasi tidak bermain. Speed yang terlalu lambat akan membuat pendengar atau pemirsa bosan dan tidak menarik dari segi kemasan berita atau informasi yang akan disampaikan.
e. Pemenggalan kata tau kalimat: Pemengelan kata tau kalimat harus tepat dan cermat. Pemenggalan (phrasering) yang salah akan terdengar aneh dan lucu serta bisa menyesatkan pendengar atau pemirsa.
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar