PENEKANAN DAN WARNA KATA
BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 3 : Penekanan & Warna Kata
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Penekanan
Penyiar menggunakan penekanan untuk menunjukan pada pendengar hal-hal yang penting atau tidak penting dalam suatu materi bacaan.
Pembicara yang berada diatas panggung tentu saja menggunakan isyarat tubuh untuk memberi penekanan dan kejelasan ide-ide, namun pendengar radio tidak bisa melihat jari telunjuk yang menunjukkan mereka sesuatu kalimat seperti “ini adalah berita yang penting bagi Anda “atau” berbelanjalah dengan hemat……….dan menabunglah” yang diikuti oleh anggukan kepala dan senyum kepuasan pada kata “menabunglah” penyiar radio boleh jadi menggunakan isyarat tubuh meskipun itu bukanlah hal yang bisa didengar. Berbicara sambil melakukan isyarat tubuh seringkali pola berbicaranya kacau dan bisa membuat presentasi materi menjadi tidak hidup.
Sebagai catatan untuk penyiaran, bahwa perilaku yang empatik dan antusias datap diterima jika sesuai dengan produk dan program acara, tapi jika penyiar melakukan “teriakan” dalam memberi penekanan, boleh jadi akan membuat pendengar tidak antusias dan malah bisa berakibat tidak suka.
Warna Kata
Warna kata sangat berkaitan dengan penekanan terutama berkaitan dengan lemah, kuatnya suara, warna dengan kwalitas suara serta sikap emosional.
Seorang penyiar radio tidak hanya menampilkan detonation (tanda) saja yang diterima umum, tapi Impresion (kesan), Behavior (perilaku) dan Mood (suasana jiwa) juga harus dikomunikasikan kepada pendengar.
Coba baca susunan narasi berikut ini:
“Dalam tungku perapian dapat dilihat nyala api yang berkobar, dan kaca yang terbakar, hampir meleleh dalam panas………..sementara diluar, refleksi api menghembus kegelapan hutan yang mengelilingi”.
Narasi diatas membutuhkan kosentrasi dan keterampilan dalam menata emosi perasaan melalui warna kata.
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar