PENULISAN GAYA AURAL
BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 11 : Penulisan Gaya Aural
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Gaya aural adalah saran penyajian yang berhubungan dengan telinga dan indra pendengaran. Oleh karena itu untuk mencapai sukses komunikasi agar pendengar dapat menerima dan mengerti pesan dari penulisan naskah yang disampaikan kepada pendengar dapat direspon dan dimengerti biasanya tergantung daripada penyampaian pesan dengan benar. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh variasi dan efektif agar pendengar memberikan perhatian terhadap tulisan Anda jelas dan dapat dipahami oleh pendengar. Bagaimana Anda dapat memastikan bahwa tulisan Anda jelas? Ada dua hal penting yang dapat diteliti yaitu:
1. Mengetahui secara cermat tentang pendengar stasiun penyiaran radio anda.
Karakteristik Gaya Aural
Membuat naskah pada penyiaran radio memang tidak mudah dan boleh dikatakan unik dan kompleks. Sebagai kerangka acuan berpikir tidak ada salahnya Anda mengkaji beberapa karakteristik gaya aural yang boleh jadi dapat mendukung munculnya aspirasi dan wawasan tentang menulis untuk telinga di penyiaran radio. Untuk menghasilkan sebuah tulisan yang menarik dan jelas, Roger Walters dalam bukunya “broadcast writing” menyebutkan hal dibawah ini.
1. Bahasa yang tepat (correct language)
Ketelitian (accuracy) dan ketepatan (precision) memilih kata adalah salah satu tanda bahwa tulisan Anda baik. Jangan Anda menulis kata-kata yang tidak dimengerti oleh pendengar anda. Ketika Anda selesai menulis pelajari kembali seluruh salinan tulisan Anda secara hati-hati, indentifikasi dan koreksi kosa kata serta kesalahan tata bahasa.
2. Kosa kata yang tidak terbatas (restricted vocabulary)
Seorang penulis harus memilih kata-kata dengan mudah untuk pendengarnya. Ketika Anda ingin menulis pesan dan Anda anggap pasti tidak semua pendengar mengetahuinya, maka sebaiknya istilah yang umum bisa juga Anda tuliskan agar dapat dimengerti oleh semua pendengar.
3. Sifat menguraikan, pengertian tambahan dan daya tarik kata-kata (descriptive, connotative, Forceful words) seorang penulis yang peka dalam membuat kata-kata mempunyai nilai yang tinggi. Kata-kata yang berkesan akan bersama-sama terjaga dalam pemikiran pendengar dan menggerakan imajinasi. Hal ini bisa sebagai tambahan warna, kehangatan, dan hidupnya sebuah naskah. Penggunaan uraian kata-kata dalam penulisan salinan naskah dipenyiaran radio adalah sangat penting. Karena dipenyiaran radio yang diproduksi adalah suara, tidak ada penyertaan gambar, pemilihan kata-kata uraian yang baik akan menolong terbentuknya sebuah gambaran pemikiran pendengar.
Gaya aural adalah juga ditandai oleh kata-kata dengan nilai sound effect yang tinggi. Penulisan naskah akan membuat menggunakan ONOMATOPOEIA (pembetukan kata yang meniru bunyi yang sehubungan dengan benda yang bersangkutan yaitu menggunakan kata-kata yang didukung suara-suara yang berkesan dan bermakna bagi tulisan tersebut, kata-kata ONOMATOPOEIA seperti:
Berdenting, auman, kumpulan massa, suara orang, mengunyah, menidurkan, menembak, dll.
4. Berbicara yang aktif (active voice)
Biasanya dalam percakapan kita menggunakan tata bahasa yang aktif. Untuk menjelaskan ini ada dua cara penyajian linguistic: yaitu berbicara aktif dan berbicara aktif dan dinamis dan lebih punya kekuatan yang membuat artikel, berita, informasi lebih hidup.
5. singkatan-singkatan (contruction)
Pada penulisan naskah sebagian besar sebaiknya tidak mengunakan singkatan, kalau Anda ragu akan lebih baik dieja saja.
6. Kata ganti pribadi secara luas (personal pronouns extensively)
Dalam penyiaran radio, sebuah percakapan akan melibatkan sentuhan pribadi dengan pendengarnya, dengan demikian seolah-olah berbicara dengan satu orang tetapi melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, seorang penulis yang baik akan memasukkan kata ganti orang secara luas bisa orang kesatu, kedua atau ketiga seperti saya, kamu, kita, kami, mereka….
7. Kalimat sederhana atau kalimat yang mudah dimengerti (simple sentence)
Tulisan dalam naskah penyiaran radio harus menyesuaikan dengan karakter suara seperti layaknya bebicara pada seseorang, oleh karena itu tulisan harus bercorak bicara atau bertutur. Gunakan kalimat-kalimat yang mudah dimengerti dan sudah akrab ditelinga pendengar atau gunakan bahasa percakapan sehari-hari.
8. Peralihan kata-kata dan ucapan suara (transition words & vocal cues)
Untuk melaksanakan kesamaan persepsi tulisan dan gaya aural antara penulis dan pendengar sebaiknya gunakan bahasa ucapan yang enak didengar dari kontruksi tulisan yang dibuat. Pastikan bahwa tulisan Anda dapat diucapkan dengan tiga tipe ucapan, seperti peralihan kata, infleksi suara dan berhenti sejenak. Mengapa infleksi dianggap penting? Karena dapat menarik perhatian pendengar dan tingkat akuransi tuturan. Kunci-kunci infleksi adalah mainkan bahasa emotional mood dan felling speech secara terpadu, jangan mengubah pitch lima kunci nada dasar dan jangan ‘dead air’ suatu keadaan dimana modulasi siaran menjadi kosong, lebih sekedar jeda.
9. Homophones
Hindari menggunakan kata-kata yang diucapkan sama tetapi mempunyai arti yang berbeda.
10. Kata yang berlebihan, ucapan ganda, dan ungkapan klise/ gagasan kuno (Redundancies, doublespeak, chliches)
Dengan menggunakan kata yang berlebihan justru selain akan membingungkan pendengar, juga akan membuang waktu yang berharga, khususnya ketika kita menggunakan waktu yang sangat terbatas dalam pengudaran siaran.
Sebagai seorang penulis harus menghindari pengulangan penyampaian ganda kreasi bahasa ucapan. Apabila Anda menggunakan gagasan kuno untuk menulis naskah yang baru maka Anda termasuk penulis yang malas. Perbanyak dan kembangkan gagasan-gagasan baru Anda dalam menulis.
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar