PERNAPASAN
BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 9 : Pernapasan
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Penyiar perlu melatih pernapasan dengan baik agar suara yang dihasilkan menjadi optimal, misalnya berlatih pernapasan perut (diafragma) untuk menghasilkan suara yang penuh kekuatan, melalui dorongan yang keluar dari rongga perut, bukan dari pernapasan udara dari dada. Ketika otot diafragma mengembang. Ia juga memaksa perut untuk mengembang karena tekanan pada perut, hati, limpa, dan organ-organ dibawahnya.
Pergerakan area perut ini membuat pernapasan diafragma mudah di monitor. Dengan diafragma perut yang baik, Anda akan merasakan perluasan wilayah perut dan dan juga disekitar punggung. Wilayah dada bagian bawah mungkin juga berkembang sampai dua setengah inci.
Ketika rongga dada membesar dan air masuk kedalam paru-paru, otot diafragma dan otot perut bekerja untuk menekan keluar udara dengan penghembusan udara yang terkontrol.
Otot-otot perut kita berkerja dengan membiarkan diafragma untuk kembali keposisi kubahnya dan sangkar rusuk kembali pada posisi aslinya.
Gerakan ini memaksa udara keluar dengan terkontrol. Untuk pernapasan yang rilex tanpa bicara, pengeluaran udara hanya merupakan sebuah relaksasi tanpa kontrol otot-otot perut dan diafragma.
Elastisitas rusuk dan paru-paru mempengaruhi kembang kempisnya paru-paru dalam pernapasan yang rileks.Respirasi adalah proses yang terus menerus membuat kita tetap hidup. Tubuh kita tidak bisa menyimpan oksigen.
Sedangkan tubuh kita selalu membutuhkannya. Ketika otak kita merasa tingkat oksigen kita turun, suatu sinyal dari otak muncul untuk mengisinya. Proses ini begitu penting bagi hidup sehingga kita tidak bisa menghentikannya secara suka rela. Banyak anak kecil yang marah mengancam “saya akan menahan napas saya sampai membiru” anak tersebut mungkin mengira hal ini bisa terjadi, namun mekanisme penapasan tanpa sadar akan mengambil alih untuk membuatnya akan hidup.
Kita bernapas 15.000-20.000 kali setiap hari. Paru-paru kita normalnya terisi udara sebanyak hampir tiga liter. Kita menghirup dan menghembuskan udara satu setengah liter udara dalam pernapasan yang tenang ketika kita bernapas dua belas hinga enam belas kali permenit. Paru-paru tidak pernah kosong tanpa udara. Mereka mempertahankan suplay udara tertentu.
Sekarang setelah Anda mengetahui anatomi pernapasan, Anda mungkin bertanya mengapa pernapasan sangat penting bagi seorang penyiar. Jika system yang digambarkan tadi beroperasi secara alami, pernapasan tidak menjadi penting. Anda akan bernapas untuk hidup. Bernapas dengan diagfragma dibantu dengan otot perut suara Anda akan menjadi lebih baik dari jenis pernapasan ini. Tapi, bukan ini masalahnya. Pada beberapa bagian dalam hidup kita, kita tidak memakai pernapasan yang nyaman ini untuk yang apa yang kita sebut sebagai pernapasan terisolasi.
Seseorang memberi perintah bahwa kita harus mengempiskan perut dan membusungkan dada. Kita bisa menyalahkan guru pendidikan fisik kita atau sersan tentara untuk perubahan ini, namun baik kita pria atau wanita perut yang kempis dan dada yang besar adalah tujuan kita.
Dengan mengetahui dasar-dasar pernapasan, kita bisa membayangkan hasil dari mengempiskan perut dan membesarkan dada. Ini menghasilkan jenis pernapasan yang disebut pernapasan dada atas atau clavicular. Otot dada atau otot yang lebih keatas di wilayah clavicle atau tulang selangka dan tulang leher mengangkat sangkar rusuk dan mengembangkanya untuk bernapas. Dengan tidak menggunakan salah satu otot terbesar dalam tubuh kita, yaitu diafragma, yang diciptakan untuk mengembangkan sangkar rusuk untuk bernapas. Kita menggunakan otot-otot yang lebih kecil dan kurang efisien.
Ketika kami mengajar “Announcing Skill” di beberapa pelatihan penyiaran, sering meminta kepada peserta pelatihan untuk mengambil napas yang dalam. Sangat menarik melihat pundaknya yang naik turun ketika mereka melakukan apa yang mereka anggap menarik napas yang dalam. Biasanya hanya penyanyi atau yang mengetahui bahwa ketika menarik napas dalam “pundak tidak ikut bergerak”. Semua gerakan hanya terjadi pada wilayah bagian bawah dada. Ketakutan mengembangkan wilayah perut yang besar seharusnya tidak menghalangi Anda dengan tepat. Ironisnya, pernapasan diafragama bisa menghasikan perut yang lebih datar karena ia mengontrol otot-otot perut. Otot-otot ini menghasilkan yang lebih baik ketika mereka digunakan untuk bernapas.
Sebagai seorang penyiar, pernapasan diafragma merupakan salah satu cara yang terbaik untuk mempertahankan suara yang sehat. Jika diafragma dan otot-otot perut berkerja ketika menghirup dan menghembuskan udara, tensi yang terlibat dalam pernapasan berada jauh dari organ-organ yang berada di tenggorokan yang menghasilkan suara (wilayah pangkal tenggorokan). Gerakan tersebut membuat wilayah perut bergerak naik turun. Sebaliknya, pernapasan dada, menyebabkan pundak naik ketika menghirup udara, dan meningkatkan otot dileher yang mungkin mempengaruhi wilayah laring. Sebagai tambahan, penapasan dada merupakan pernapasan yang dangkal dan melelahkan.
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar