Kamis, 08 Oktober 2015

SINKRONISASI





BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 8 : Sinkronisasi

Wahai “orang radio” di Indonesia...

Kita telah menyebutkan penyiar radio harus membayangkan bahwa pendengar dekat disampingnya. Ketika ia membaca narasi.

Penyiar harus tahu apa yang benar-benar bisa dibayangkan untuk mengarahkan perhatian pendengar, melalui nuansa ketika penyiar membaca, memberikan penekanan pada hal-hal tertentu. Jadi jelaslah bahwa penyiar radio memiliki sedikit kebebasan dalam menentukan kecepatan dalam berbicaranya. Ketidaksesuaian kata-kata dan penjiwaan membaca atau menyampaikan pesan akan menyebabkan kebingungan yang mungkin terdengar lucu atau sebaliknya, menyebabkan komunikasi perasaan atau pesan yang efektif akan hilang.

Mengembangkan Suara Pernapasan dan Latihannya

Untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kwalitas suara anda, tahap pertama yang mungkin dilakukan adalah merekam suara—tuturan (voice speaking) misalnya berbicara sesuatu yang disenangi atau yang dikuasai. Merekam suara Anda janganlah terlalu keras atau mencoba berbicara secara alamiah saja, apa adanya saja selama dua puluh menit.

Kemudian dengar kembali rekaman tersebut dengan seksama dan hati-hati. Anda harus jujur menjawab pertanyaan yang berkaitkan dengan rekaman suara Anda itu. Dengan melakukan hal ini berarti dapat melatih diri Anda sendiri untuk menjadi pengkritik yang baik. Jika Anda kurang yakin menjawab pertanyaan oleh diri sendiri, Anda bisa meminta komentar teman atau instruktur Anda tentang rekaman suara Anda tersebut.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang Anda mesti jawab dengan jujur.

- Apakah suara Anda terlalu tinggi?
- Apakah suara saya terlalu kasar atau lemah?
- Apakah bicara saya terlalu cepat atau terlalu lambat?
- Apakah suara saya terlalu sengau, seperti berbicara melalui hidung?
- Kalau saya ingin mendapat penjelasan suara saya dari seseorang, gunakan beberapa alternative sbb; melengking/parau kasar/tidak lembut-monoton.
- Apakah kata-kata saya jelas, membuat mereka mudah mengerti?
- Apakah kata-kata saya lengkap?
- Apakah saya berbicara menggunakan kata tidak bermakna seperti………eeee…uh….okay..you know?
- Apakah suara saya terdengar meyakinkan?
- Apakah suara saya menarik atau membosankan?
- Apakah ada logat kedaerahan?
- Apakah suara saya letup (p dan b)menyebabkan mic meletup (popping)?
- Apakah saya mendengar tekanan saya apakah itu baik?
- Dan sebagainya.

Bagi penyiar harus sudah memiliki suara yang menyenangkan dan enak didengar. Suara yang tidak enak didengar biasanya terdengar tidak jelas dan sulit dimengerti, sebagai contoh adalah penyiar yang terdengar “menggeremeng” atau seperti dikulum (mulut tidak dibuka sesuai kebutuhan).Untuk menghasilkan suara yang enak didengar perlu mengembangkan teknik berbicara atau menyampaikan pesan dengan baik misalnya hindari penyampaian secara monoton karena kurangnya variasi nada. Kemudian mainkan picth atau mengacu pada ketinggian atau kerendahan suara yang dapat diterima oleh pendengar.

Banyak cara untuk mendapatkan hasil memilih kunci nada ini misalnya jika vibrasi suara tempo cepat, pendengar akan menerima nada tinggi, atau sebaliknya jika pelan, pendengar akan menerima suara rendah. Bertutur dengan melodi Normal. Penyiar perlu menghindari titik nada yang sama pada setiap akhiran yang disampaikan, serta bicara jangan diayun atau diseret-seret. Dan hal penting lainnya adalah penyiar perlu memahami teknik pernapasan.

Bersambung...



L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive 

0 komentar:

Posting Komentar