3 PERTANYAAN UTAMA SAAT TATAP MUKA
KUNCI GAUL ADALAH KOMUNIKASI (Part. 4)
Wahai “orang radio” di Indonesia... Setiap kali bertatap muka, ada 3 pertanyaan yang muncul di benak setiap orang. A. Siapakah Anda? B. Apa kegiatan Anda? C. Apa yang akan Anda bicarakan? A. Siapakah Anda? Sebutkan nama Anda dengan jelas dan berikan sedikit keterangan mengenai keberadaan Anda dalam situasi pertemuan. Presentasikan diri dengan benar Dengan mengenali kekuatan diri dan bisa mempresentasikannya secara rendah hati, Anda bisa tampil sebagai orang yang menghargai diri sendiri dan orang lain. Anda pun bisa menampilkan keinginan berteman untuk jangka panjang. Ingatlah bahwa berteman bukan berarti bebas membuat hubungan jadi tidak berjarak sama sekali. Dengan menghargai orang lain, Anda pasti bisa mempertahankan jarak yang diinginkan orang lain dan diri Anda.
Tip Saat Menyapa
Wahai “orang radio” di Indonesia... Setiap kali bertatap muka, ada 3 pertanyaan yang muncul di benak setiap orang. A. Siapakah Anda? B. Apa kegiatan Anda? C. Apa yang akan Anda bicarakan? A. Siapakah Anda? Sebutkan nama Anda dengan jelas dan berikan sedikit keterangan mengenai keberadaan Anda dalam situasi pertemuan. Presentasikan diri dengan benar Dengan mengenali kekuatan diri dan bisa mempresentasikannya secara rendah hati, Anda bisa tampil sebagai orang yang menghargai diri sendiri dan orang lain. Anda pun bisa menampilkan keinginan berteman untuk jangka panjang. Ingatlah bahwa berteman bukan berarti bebas membuat hubungan jadi tidak berjarak sama sekali. Dengan menghargai orang lain, Anda pasti bisa mempertahankan jarak yang diinginkan orang lain dan diri Anda.
Tip Saat Menyapa
• Gunakan bahasa yang benar
Jangan berpikiran bahwa bahasa yang baik hanya akan membuat situasi menjadi formal. Sebab, dalam kondisi informal sekalipun, bahasa yang baik akan membuat kesan si pembicara adalah seseorang yang intelek
• Ekspresi muka
Ekspresi antusias sebenarnya bisa diungkapkan melalui tarikan bibir dan pipi yang selalu diupayakan ke atas, dengan mata yang selalu dibuat berbinar. Untuk membuat mata senantiasa kelihatan berbinar, buka kelopak mata lebih lebar dan usahakan agar bola mata senantiasa bergetar—sesekali menggeser objek pandangan mata sedikit—sehingga tidak berkesan kosong.
• Upayakan agar diingat
Dengan bersikap menolong dan rajin memberi informasi, Anda tidak memberi peluang kepada orang lain untuk melupakan Anda. Kartu nama, brosur, serta benda-benda pengingat lainnya, seperti cendera mata, juga merupakan hal-hal yang bisa mengingatkan orang kepada Anda.
B. Apa Kegiatan Anda?
Ekspresikan segera pekerjaan, jabatan, posisi, industri, atau organisasi tempat Anda bergabung, dengan cara menjual. Nah, di sinilah Anda bisa melakukan infomercial.
Kemukakan Infomercial
Perkenalan diri di awal pembicaraan yang menunjukkan ketertarikan untuk membuka diri dan menjalin hubungan disebut infomercial. Ada beberapa persyaratan infomercial:
o Hanya berbentuk satu kalimat.
o Tidak boleh “garing” alias tidak lucu.
o Spesifik, tidak ada duanya.
o Entusiastik dan membangun semangat.
o Penuh gairah terhadap hal yang dikerjakan, yang menyatakan kecintaan Anda pada profesi Anda.
Bandingkan:
“Saya Dive, broadcaster.”
“Saya Dive, saya menolong orang mendapatkan pekerjaan, saya melakukannya pukul 10 malam di acara Radio.”
“Saya Dive, saya mengelola ‘superstars’ di kalangan selebriti.”
Mana yang lebih menarik? Kalimat terakhir terkesan provokatif, namun sesungguhnya itu justru membuat orang tertarik untuk berkomunikasi dengan Anda.
C. Apa yang Akan Anda Bicarakan?
Banyak topik bisa Anda kemukakan sesuai konteks pertemuan. Jika ingin membahas hal lain, perhatikan bahwa ada topik-topik yang semestinya dihindari. Pilih topik pembicaraan yang aman dan umum dipahami orang.(Lihat mengenai pembahasan yang lalu pada point “Topik-Topik Pembicaraan”).
Hal-Hal Tabu Dilakukan dalam Situasi Tatap Muka
01. Menceritakan sesuatu secara mendetail. Ini membosankan!
02. Monolog. Hai! Anda sedang berinteraksi, kalee..!?
03. Interogasi. Kecuali Anda memang polisi yang sedang tugas.
04. Membicarakan satu orang saja. Ada banyak topik pembicaraan yang lebih menarik.
05. Mencari nasihat-nasihat gratis. Ingat, harus ada take and give.
06. Interupsi. Menjadi pendengar yang baik memang butuh upaya, dan Anda harus mencobanya.
07. Bersembunyi, atau menarik diri, dan berusaha menutup-nutupi identitas yang semestinya boleh diketahui orang lain. Ayo, percaya diri, dong!
08. Membuat pernyataan dogmatis. Jangan memaksakan kehendak.
09. Suka memberi nasihat, padahal tidak diminta. Orang lebih senang mendapat teman berbagi cerita dan pengalaman, ketimbang dinasihati.
10. Sikap chauvinistis. Ini cuma menunjukkan kepicikan.
11. Meratap. Percayalah, bukan simpati yang Anda dapat, tapi pandangan sinis.
12. Menjual diri atau sesuatu secara terang-terangan. Bisa-bisa Anda dikira sombong dan tukang pamer.
13. Berasumsi bahwa pertemuan akan membawa manfaat segera. Sabar, semua ada waktunya.
14. Mengajukan permintaan yang sulit. Jangan heran kalau lawan bicara jadi kesal.
15. Membedakan antara teman dan kontak. Hubungan bisa jadi lebih kaku dan bahan pembicaraan jadi terbatas.
16. Menyia-nyiakan kepercayaan orang. Sekali saja ini Anda lakukan, orang akan cenderung meragukan Anda.
17. Terlalu bersemangat memperkenalkan orang tertentu kepada orang lain. Pelan-pelan saja, semua ada prosesnya.
18. Membebani orang lain dengan informasi-informasi yang terlalu pribadi, seperti kisah sedih hidup kita. Anda tak ingin merusak suasana positif menjadi negatif, bukan?
19. Berharap mendapatkan manfaat tanpa memberi. Sekali lagi, take and give!
20. Tidak menikmati pertemuan secara tulus. Lama-lama, ini akan membuat Anda jadi gampang berpikir negatif dan kehilangan banyak teman.
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar