KEMUKAKAN SMALL TALK TOPIC YANG MENARIK
KUNCI GAUL ADALAH KOMUNIKASI (Part. 3)
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Bersambung...
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Seseorang akan dianggap sebagai komunikator yang baik bila ia bisa memberikan ide topik yang bisa dibahas oleh kelompok yang sedang diajak berbicara. Topik-topik menarik biasanya ada di seputar kejadian-kejadian terkini, buku-buku terlaris, film-film menarik, perkembangan bisnis, harga saham, dan tren serta berita terkini mengenai bisnis diri sendiri.
Sampaikan komplimen
Diberikan secara tulus, tanpa memberi kesan menilai atau menggurui. Jangan berusaha memberi komplimen secara basa-basi, berlebihan, atau di luar fakta karena orang dengan mudah merasakannya.
Komplimen juga sebaiknya tidak diberikan dalam bentuk komentar tentang berat badan, ukuran pakaian, atau cara seseorang bergerak. Komplimen akan lebih aman bila berkaitan dengan tindakan dan sikap orang lain. Jangan lupa bahwa komplimen juga bisa diarahkan kepada kerabat lawan bicara yang tidak hadir, misalnya anak dan teman kerja.
Tip Saat Bicara
- Kata-kata yang berkenan dengan perasaan sebenarnya sangat mudah digunakan untuk menghangatkan suasana, misalnya, “Enak, ya, berada di ruangan seluas ini. Rasanya lega...”
- Biasakan menyapa kembali bila lawan bicara memancing Anda berbicara. “Halo, apa kabar?” Jawablah dengan, “Baik. Bagaimana dengan Anda?”
- Gunakan kata “ya”, baik untuk merespon pujian maupun kritikan. Misalnya, bila ada yang mengkritik, “Anda kelihatan tambah gemuk,” jawablah, “Ya, saya selalu kelihatan gemuk, walaupun tadi pagi masih sama dengan bulan lalu.”
- Beri kesempatan orang lain untuk terlihat “bercahaya”. Ajukan pertanyaan seperti:
“Apa yang membuat Anda paling gembira hari ini?”.
“Apa yang membuat Anda bersemangat?”
“Beri aku kabar gembira, dong…
“Keterampilan baru apa yang dilakukan si kecil putra Anda?”
Topik-Topik Pembicaraan
Perihal yang perlu diperhatikan adalah, hindari pembicaraan mengenai:
• AGAMA (apalagi yang sifatnya mengangkat konflik)
• POLITIK (mengejek atau menjelek-jelekan kelompok politik tertentu)
• DIET/BERAT BADAN
• PASANGAN (kecuali jika ditanya, dan jangan berlebihan)
• TEMAN KERJA (terutama tentang kejelekannya)
• GOSIP yang tidak umum, misalnya tentang hal-hal yang terjadi di lingkungan kantor Anda
• KATA-KATA TIDAK PANTAS
• LELUCON DENGAN MERENDAHKAN ORANG LAIN
• CERITA DIRI SENDIRI YANG PANJANG LEBAR
Lalu, bicara apa, ya?
Latar belakang: sekolah, universitas, lingkungan tempat tinggal, daerah asal, kesamaan pengalaman.
Minat: hobi, olahraga.
Nama: nama lawan bicara bisa memudahkan Anda mengaitkannya dengan teman-teman lama, saudara, keluarga, tempat asal.
Situasi: cuaca, keadaan jalan, rasa makanan dalam jamuan. Ini bisa menjadi topic pembuka yang dimengerti semua orang.
Anekdot: cerita-cerita sederhana yang lucu dan populer bisa Anda hafalkan untuk menanggapi cerita orang lain.Dalam situasi yang tepat, ini bisa membuat suasana lebih cair.
Rumor: isu-isu yang hangat dan tidak basi, yang bisa Anda peroleh dari surat kabar, majalah, jurnal terkini, dan sebagainya. Hindari isu-isu yang mendiskreditkan orang lain.
Akhiri Suatu Pertemuan dengan Pemikiran Masa yang Akan Datang
• Bicarakan pertemuan kembali.
• Jangan lupa mencatat alamat dan kontak orang-orang yang Anda temui.
• Pikirkan hal-hal yang memungkinkan Anda untuk bertemu dan mencapai sasaran yang sama.
• Simpulkan dan jangan lupa menunjukkan respek.
• Sampaikan apa yang akan Anda lakukan selanjutnya.
• Jangan lupa mengusulkan cara untuk tetap berhubungan.
Tindaklanjuti Pertemuan
• Lakukan segera hal-hal yang sudah Anda janjikan selama pertemuan
• Cari inspirasi untuk melakukan pertemuan lain.
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar