Senin, 14 September 2015

TAK ADA PACARAN YANG ISLAMI





Bismillaahirrohmaanirrohiim;

Buya wasiatkan kepada anak-anak gadis kami, murid dan sahabat muslimah kami, serta KAUM WANITA yang menghendaki keselamatan dunia dan akhirat; pahamilah bahwa kalian ADALAH PIHAK YANG PASTI PALING RUGI, JIKA BERSEDIA MEMATUHI SUATU MILLAH BERNAMA P.A.C.A.R.A.N...!!!

Ingat, fakta semisal; [a]. Married by accident (MBA) disebabkan oleh pacaran, [b]. Kumpul kebo juga diawali dari pacaran, [c]. Selingkuh adalah keluarga besar pacaran, bahkan [d]. Cukup banyak kasus cemburu yang berakhir dengan bunuh-bunuhan, juga muncul dari tragedi pacaran, dan seterusnya...

Mahabenar Allah subhanahu wa ta'ala yang telah berfirman; "JANGANLAH KAMU MENDEKATI ZINA; sesungguhnya ZINA itu ADALAH suatu PERBUATAN yang KEJI, dan suatu JALAN yang BURUK." (Qs. al-Israa' {17}:32).


Pahamilah, mendekati saja sudah dilarang (diharamkan) oleh Robb yang menciptakan kalian. Maka ketahuilah, bahwa LELAKI sebenarnya BUKANLAH PIHAK yang PALING RUGI jika ia berpacaran (memang maunya, toh tidak ada tanggung jawab sebagaimana orang yang menikah)..!! Namun WANITA, sudah PASTI menjadi pihak yang PALING RUGI dan MENDERITA AKIBAT PACARAN...!!! 

Mereka bertanya; "Memangnya apa saja kerugian kami...!?" Maka simak dan pahamilah hujjah berikut ini bersama keimanan... <3 font="">

[1]. Akibat perbuatan zina sudah pasti menghasilkan dosa, sekaligus terdapat hukuman yang sangat serius bagi pelakunya menurut syari'at Islam. Itulah sebab mengapa orang-orang “Ka—Mu—Fasiq” selalu mati-matian berusaha untuk menentang hukum Allah dan rasul-Nya, sebab hukuman dari perkara zina ini sungguh tidak main-main. 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah wanita-wanita itu dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan lain kepadanya." (Qs. an-Nisaa' {4}:15), "Wanita yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya sehingga mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. Jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, maka hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman." (Qs. an-Nuur {24}:2).

[2]. Bersama zina, sungguh sangat mungkin menjadikan pelakunya tertular beragam penyakit kelamin, atau beragam penyakit kotor lainnya...!? Lantaran penyakit memalukan itu sudah ada pada dirinya, lalu sengaja tak sengaja, ternyata ia pun menularkannya kepada orang lain…!? Maka akhirnya "ranking" pengumpulan dosa semakin berkesinambungan, lantaran ia berubah peran menjadi pihak pertama yang mengakibatkan beruntunnya pihak-pihak lain yang ketularan penyakit kelaminnya…!?  

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (Qs. al-Qashash {28}:84).

[3]. Apakah manusia itu hanya punya "kemaluan" seperti halnya binatang, tetapi tidak punya rasa malu...!? Ya, meski mereka (mungkin) tebal muka lantaran perbuatan maksyiat itu, tapi yakinlah bahwa dari hati terdalam mereka sebenarnya ada rasa malu yang menghukum dalam waktu yang entah berapa lama...!? 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya, atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami..!? Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)." (Qs. al-Furqoon {25}:43-44).

[4]. Bersama zina, sungguh sangat mungkin mengakibatkan seorang wanita menjadi hamil, lantas ia pun akan mengalami beragam masalah psikis yang serius, lantaran kehamilan yang tidak semestinya itu...!? 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh adzab yang selalu mereka perolok-olokan." (Qs. an-Nahl {16):34).

[5]. Tidak sanggup mengakui atau meneruskan kehamilan, menjadikan banyak wanita menutup diri agar tidak diketahui oleh banyak pihak. Akhirnya mereka pun memilih aborsi (menggugurkan kandungan) sebagai solusi...!? Akibatnya, dosa lagi, di samping beragam penyakit lainnya bisa juga menjadi risiko lantaran aborsi tersebut...!? 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui, dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rizki-kan kepada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat, dan tidaklah mereka mendapat petunjuk." (Qs. al-An’aam {6}:140). 

[6]. Jika kehamilan tetap dilanjutkan meski tanpa suami karena si pacar tidak sudi bertanggung jawab (bukankah ini juga sering terjadi), maka banyak wanita seperti itu yang lantas bersembunyi entah kemana, demi menutupi kehamilannya agar tidak diketahui banyak pihak…!? Setelah melahirkan, maka bayinya pun diserahkan kepada orang lain (dengan beragam scenario dan drama), demi menutupi kebohongan yang satu dengan dusta yang lainnya…!? 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong..!?" (Qs. ash-Shaaffaat {37}:86), "Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta, (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai." (Qs. adz-Dzaariyaat {51}:10-11).

[7]. Apabila kalian memahami ayat Allah yang menyebutkan; “WANITA-WANITA YANG KEJI ADALAH UNTUK LAKI-LAKI YANG KEJI, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula)…” (Qs. an-Nuur {24}:26)—wallahua’lam—sebenarnya dapat dipahami sebagai bentuk ketetapan Allah yang menentukan tidak adanya kebaikan (dari perkataan manis atau sekadar solusi ala dunia mereka), sebab semua itu demi (sekadar) menyolusi/menutupi keburukan maksyiat mereka saja…!? 

Adapun wanita-wanita yang sudi dizinahi itu, sebenarnya adalah pihak yang kesuciannya sedang dihancurkan hingga tak berguna, sebelum akhirnya mereka dicampakkan lantaran tubuh itu sudah “kering” dan memuakkan…!?

[8]. Cukup banyak wanita yang “kalap” bersama zina yang mereka anggap lumrah, lantas sesumbar dan membuktikan bahwa dirinya juga sanggup bersenang-senang dengan lelaki lain…!? Perihal terbodoh ini mereka lakukan, lantaran lelaki dulu yang sudah berhasil menjelajahi seluruh tubuhnya berkhianat dan meninggalkannya…!? Akibatnya, perihal sebagaimana poin [7] pun menjadi keniscayaan bagi hidupnya…!? 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman; "Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus." (Qs. al-Qiyaamah {75}:5).

[9]. Apakah kalian masih belum yakin juga bahwa segala hal yang diawali dengan buruk, maka akibatnya akan buruk pula; entah orang-orang yang bersangkutan menyadarinya, atau mereka pura-pura bodoh…!? Namun yang jelas, wanita pasti akan selalu menjadi pihak yang paling rugi—rugi—dan pasti rugi…!!! 

Perhatikan…

• Sangat banyak kasus yang berasal dari dua manusia yang menikah lantaran zina, lantas ketika masalah hati (misalnya) datang mengusik; maka suaminya langsung mengungkit masa lalu mereka, dengan tuduhan bahwa istrinya sudah berzina dengan lelaki lain sebelum dengan dirinya…!? Atau tuduhan masa lalu itu, sebenarnya dijadikan alibi oleh suaminya lantaran ia sudah menemukan wanita lain yang di anggapnya lebih baik…!?

• Terlalu banyak catatan kasus perceraian dari dua manusia yang menikah, tetapi lantaran "sawah si wanita sudah dibajak sebelum waktunya oleh si lelaki"…!? Mendapati kegagalan yang sebenarnya sudah diketahui penyebabnya itu, tapi sayangnya, (afwan) sepertinya terlalu banyak wanita yang sudi membiarkan kebodohannya, sehingga maksyiat yang sama pun, mereka ulang lagi demi mendapatkan cinta lelaki yang baru…!?

• Juga sangat banyak kasus wanita yang akhirnya tidak pernah menikah, lantaran mereka kecewa dengan pacar yang meninggalkannya setelah mereka cinta-cintaan bersama zina…!? Lantas mereka (ceritanya) menunjukkan diri sebagai wanita yang kuat dan tegar, misalkan menjadi wanita karier, meski wanita-wanita ini sebenarnya rapuh disamping kejiwaannya pun dapat terganggu…!?

• Ketahuilah bahwa sebejad apapun kelakuan kaum lelaki, maka silakan tanyakan kepada mereka dan minta jawaban yang jujur; bahwa (jika bisa), sebenarnya mereka ingin menikah hanya dengan perempuan yang baik-baik. Padahal bisa jadi ketika itu, seluruh bagian tubuh dari wanita yang menjadi pacarnya, sedang ia jelajahi lantaran keberhasilannya meracik rayuan gombal yang nilainya mungkin 4 jempol…!?  

• Setiap wanita pezina yang akhirnya dinikahi oleh lelaki pezina, bisa jadi lelaki ini menikahi wanita itu bukan karena cinta, apalagi lillaahi ta’ala…!? Tetapi sebagaimana perbuatan yang telah dilakukannya, maka ia (terpaksa) menikah lantaran nafsu yang terlanjur begini dan begitu…!? Selanjutnya afwan, begitu wanita itu bukan makhluk yang menggairahkan lagi – entah karena badannya yang jadi tidak jelas bentuknya – atau kulitnya menjadi lembek dan keriput; apakah kalian masih akan masuk dalam hitungan sebagai pemuas nafsunya sebagaimana dulu…!? Bagi wanita yang (seolah) tidak tahu betapa mewahnya kesucian itu, maka percayalah bahwa (cepat atau lambat) ia akan dicampakkan oleh lelaki yang sudah puas menikmati tubuhnya…!? Na'udzubillah tsumma na'udzubillah... :'(

Duhai anak-anakku serta kaum muslimah yang menghendaki keselamatan dunia dan akhirat…

Sungguh bahwa kalian tidak akan pernah beruntung, jikalau ketetapan Allah dan Rasul-Nya kalian ingkari demi kesenangan singkat yang ditawarkan oleh syaithon, dimana ia pasti akan “cuci tangan”, setelah berhasil menjerumuskan kalian menjadi penghuni neraka bersama-sama dengan mereka…!!

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; “Ketika syaithon menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka, lalu mengatakan: ‘Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.’ Tatkala kedua pihak itu sudah saling berhadapan, maka syaithon itu balik ke belakang seraya berkata: ‘Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, dimana saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihatnya. Sesungguhnya saya takut kepada Allah,’ dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (Qs. al-Anfaal {8}:48).

Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Wahai perempuan yang beriman seluruhnya, bershadaqahlah dan perbanyaklah istighfar, karena aku telah melihat bahwa MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ADALAH DARI KALANGAN KALIAN." Maka seorang perempuan pun bertanya, “Mengapa kami menjadi penghuni neraka yang terbanyak?” Rasulullah bersabda; “Kalian banyak melaknat dan kufur nikmat kepada suami kalian. Lalu AKU TIDAK MELIHAT KELOMPOK MANUSIA YANG KURANGNYA AKAL DAN KURANGNYA AGAMA, KECUALI DARI KALIAN." Perempuan tadi kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, apa kurang akalnya dan kurang agamanya perempuan?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bersabda; “Adapun kurang akalnya perempuan adalah karena kesaksian dua orang perempuan sama dengan kesaksian seorang laki-laki, maka inilah kurang akalnya perempuan. Selanjutnya kalian tidak sholat dan tidak puasa Ramadhan ketika datang haidh, maka inilah kurangnya agama kalian, disamping KALIAN CENDERUNG MENGINGKARI HAK-HAK SUAMI KALIAN.” (HR. Imam Muslim).

Wallahi, bertaubatlah wahai diri, sebelum sakrotul maut tiba-tiba datang menjemput...!? Tak jadi soal, meski sebejad apapun maksyiat yang talah kalian lakukan; maka bertaubatlah dan berjanji kepada Allah bahwa kalian tidak akan mengulanginya lagi selama-lamanya. 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; sedangkan Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana.” (Qs. an-Nisaa’ {4}:17).

Selanjutnya ketahui – sadari – pahami – serta laksanakanlah dengan bersungguh-sungguh wahai muslimah, bahwa Allah ta'ala menciptakan kalian sebenarnya sebagai kaum yang sangat istimewa, meski dibandingkan dengan bidadari jannah sekali pun…!! 

Itulah alasan mengapa kalian di perintah menjaga diri dan kesucian dengan baik dan benar, sebab aurat serta tubuh kaum muslimah itu, sesungguhnya hak mutlak bagi suami mereka saja…!!! Sedangkan PACAR, adalah BUKAN SUAMIMU...!!! Meskipun ia akhirnya (mungkin) menjadi suamimu, tetap saja dirimu tidak lagi 'menghidangkan sajian yang baru' kepada suami, melainkan hanya sajian yang sudah bekas dari lelaki yang bukan suamimu. Bagaimana pula jika lelaki itu tidak menjadi suamimu...!?

Maka sekali lagi, pahamilah suatu contoh sebagaimana saya tuliskan di atas; 

• Sangat banyak kasus yang berasal dari dua manusia yang menikah lantaran zina, lantas ketika masalah hati (misalnya) datang mengusik; maka suaminya langsung mengungkit masa lalu mereka, dengan tuduhan bahwa istrinya sudah berzina dengan lelaki lain sebelum dengan dirinya…!? Atau tuduhan masa lalu itu, sebenarnya dijadikan alibi oleh suaminya lantaran ia sudah menemukan wanita lain yang di anggapnya lebih baik…!?

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; “Katakanlah kepada perempuan yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya, serta jangan pula menampakkan auratnya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya (wajah dan jemari tangan). Kemudian, hendaklah mereka menurunkan kain kudung pada bagian dadanya, maka janganlah menampakkan auratnya kecuali kepada suami mereka…!!!” (Qs. an-Nuur {24}:31).

Subhanallah, sungguh pasti Mahabenar Allah dengan segala perintah dan larangan-Nya. Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik alaa wa salim ‘alaihi. 



L♥ve and Respect;
Buya Dive The Radioman
Whatsapp : 082122770121 – BB Pin 7D905AF0

Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive  

0 komentar:

Posting Komentar