KIAT MENJADI PENYIAR IDOLA (A)
BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 21 : Kiat Menjadi Penyiar Idola (A)
Wahai “orang radio” di Indonesia...
Pekerjaan sebagai penyiar sering dianggap sebagai pekerjaan sampingan dan karena pekerjaan itu pekerjaan yang mudah. Kebanyakan orang berpikir kalau mau jadi penyiar TV cukup asalkan wajahnya tampan/cantik, sedangkan kalau mau jadi penyiar radio asal bisa ngomong tanpa kehabisan ide pasti sukses.
Kalau kita menengok ke Amerika dan negara-negara maju lainnya, akan jelas sekali kelihatan bahwa penyiar-penyiar mereka bukanlah orang sembarangan. Kemanapun channel radio atau tv yang anda ikuti akan terlihat semacam kesamaan, seperti ada suatu standard kriteria tertentu yang dimiliki.
Coba perhatikan bagaimana "gesture (sikap tubuh)" para penyiar TV disana, simak baik-baik bagaimana seorang penyiar radio melontarkan pertanyaan dalam wawancara atau mempresentasikan sebuah acara musik misalnya. Lalu bandingkan dengan para penyiar kita di Indonesia. Tentu anda akan merasakan bedanya. Walaupun anda mungkin tidak terlalu paham dengan bahasa para penyiar TV/Radio asing itu, sedangkan para penyiar radio/TV Indonesia sangat anda pahami bahasanya, tetapi pasti terasa ada yang kurang enak atau kalah enak di telinga kita atau di mata kita dibandingkan para penyiar asing tersebut.
Sulit tentu saja menjelaskan bagaimana caranya menjadi penyiar yang disukai lewat catatan yang singkat ini. Biasanya saya membutuhkan waktu sedikitnya 50 jam untuk melatih seseorang dari nol hingga memiliki ilmu & teknik dasar yang benar untuk menjadi penyiar yang berhasil. Bersama artikel ini, anda akan tahu 3 kunci paling mendasar agar menjadi penyiar yang disukai...
Namun sebelum sampai kesana, tahukah anda apa yang menjadikan seorang penyiar itu disukai oleh audience (khalayak/publik)..!? Menurut survey di Amerika Serikat, penyiar yang disukai apabila:
1. Mempunyai kepribadian yang mengesankan "humble (suka merendah)", tidak sok atau merasa lebih tinggi, dan harus berjiwa besar.
2. Selalu "segar (fresh)" dalam membawakan acara atau menyampaikan berita dan "menyenangkan" dalam setiap performance-nya. (Catatan: Menyenangkan bukan berarti harus selalu melawak).
3. Setiap apapun yang disampaikannya selalu sangat berarti bagi pendengar/penontonnya.
4. Mampu mengendalikan situasi agar tetap dalam jalur acara, sementara tetap menghargai tamu, penonton atau pendengar.
Perhatikan 4 hal utama diatas yang menjadikan penyiar disukai oleh publik, dimana titik beratnya justru pada apa yang ada didalam diri penyiar daripada yang terlihat dari luar. Jadi kalau kita mengaca pada diri kita atau melihat ke sekeliling kita, menurut anda sekarang sulit atau mudahkah untuk menjadi penyiar yang disukai..!? Ternyata cukup sulit bukan..!? Karena anda harus memperbaiki "penampilan dalam" terlebih dahulu sebelum "penampilan luar".
Artinya, terlebih dahulu anda harus mengubah wawasan, bayangan, perkiraan, asumsi, sikap apriori, persangkaan, pemikiran, yang biasanya sudah terbentuk terlebih dahulu jauh sebelum anda menjadi penyiar. Oleh karena itu inilah yang harus anda lakukan agar "penampilan-dalam" untuk menjadi seorang penyiar yang disukai bisa bersemai terlebih dahulu sebelum ilmu dan keterampilan teknisnya, sebagai berikut:
Jangan mencoba meniru penyiar lain walau mungkin anda sangat menyukainya. Penyiar yang disukai publik adalah penyiar yang mempunyai keunikan, artinya penyiar itu harus menjadi dirinya sendiri. Ini yang disebut "kepribadian (personality)", atau dikalangan broadcaster sering disebut sebagai "air-personality".
Tapi ingat, menjadi diri sendiri itu bukan berarti kita boleh berbicara dan bergaya dengan semaunya kita sendiri apa adanya seperti kalau kita mengobrol sehari-hari. Jadi tetap ada aturannya..!!
Bersambung...
L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook
Halaman Buya Dive The Radioman
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia
Instagram @buyadive

0 komentar:
Posting Komentar