Selasa, 13 Oktober 2015

KIAT MENJADI PENYIAR IDOLA (B)





BASIC PENYIAR PROFESIONAL
Bagian 22 : Kiat Menjadi Penyiar Idola (B)
Note : Ehm... Orang radio kira-kira tau nggak ya, nama orang yang jadi cover catatan ini..!? :D

Wahai “orang radio” di Indonesia...

Sebagaimana profesi lainnya, profesi penyiar memiliki ketentuan & aturan teknis sendiri yang apabila hal ini tidak diperhatikan maka anda bukanlah seorang penyiar melainkan hanya orang biasa yang kebetulan berada dibelakang microphone atau hanya sekedar benda cantik didepan kamera. Ingat, anda adalah Penyiar, sebuah profesi yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang bukan Penyiar. Singkatnya, anda harus "terdengar dan atau terlihat wajar sebagaimana kepribadian anda" tetapi sebenarnya apa yang anda lakukan memang anda melakukannya dengan dipikirkan, direncanakan dan dilaksanakan mengikuti aturan/ketentuan.

Hayati acara yang anda bawakan, atau berita yang anda akan komunikasikan kepada publik. Antara kata-kata yang anda ucapkan, sikap tubuh sewaktu mengatakannya, dan acara yang anda bawakan atau berita yang anda sampaikan, haruslah menjadi satu kesatuan. Bukankah lebih enak menonton penyanyi yang ikut menari secara harmonis dengan para penari latar, daripada melihat penyanyi yang seolah-olah tidak tahu menahu dipanggung tentang apa yang sedang terjadi dengan para penarinya. Begitupula betapa tidak enaknya kita mendengar seorang penyiar radio yang seolah-olah hanya membacakan script (teks) saja tanpa tercemin ia mengetahui tentang lagu ataupun topik/isi acara yang sedang dibawakannya.

Jaga selalu prinsip keberimbangan perhatian antara "input" dan "output". Letakkan tubuh anda pada posisi yang paling nyaman bagi anda tetapi juga paling enak dilihat dari sudut pandang publik (atau tamu yang anda hadapi. Ini bagi penyiar radio dan tv). Pusatkan konsentrasi anda pada apa yang hendak anda katakan/sampaikan, dengan tetap menjaga keberimbangannya dengan perkiraan anda atas respons yang mungkin timbul (atas apa yang akan anda sampaikan). Inilah yang saya sebutkan sebagai keberimbangan perhatian antara "input" dari radar perkiraan respons yang anda miliki dengan "output" yaitu perkataan/kalimat yang anda ucapkan ataupun gesture (gerakan-gerakan tubuh) yang anda lakukan.

Kalau pembaca artikel ini bukan penyiar atau belum menjadi penyiar, mungkin akan kesulitan memahami apa yang saya maksudkan. Namun untuk sementara ketiga butir yang paling dasar untuk menjadi penyiar yang disukai ini bukan hanya untuk diketahui tetapi juga harus dipraktekkan sehari-hari sehingga menjadi bahagian dari kepribadian profesi anda yang otomatis muncul ketika anda berada dibelakang microphone ataupun berbicara dihadapan publik.

Pada awalnya mungkin terasa agak kikuk, tapi ini akan hilang setelah beberapa hari. Para pengajar atau instruktur sering mengatakan bahwa menjadi penyiar itu harus tampil "wajar". Nah, interpretasi atas arti kata "wajar" inilah yang diartikan sebagai bicara dan tampil seperti apa adanya kalau anda dirumah berkumpul bersama teman-teman sehari-hari.

Hal mendasar yang membedakannya adalah kalau anda berbicara & bersikap dilingkungan teman-teman, tentunya mereka sudah sangat mengenal pribadi anda, sedangkan tampil didepan publik sama sekali tidak ada yang mengenal anda kecuali mungkin beberapa orang saja. Dikalangan para penyiar di Indonesia kewajaran seperti inilah yang banyak berlaku. Kalau mereka yakin betul bahwa itulah yang benar, maka akan sangat sulit memperbaikinya.

Dari sisi sebaliknya, bagi anda yang belum menjadi penyiar dan ingin menjadi penyiar, justru lebih mudah untuk membentuk dasar-dasar yang benar agar menjadi penyiar yang disukai daripada seseorang yang sudah menjadi penyiar selama beberapa tahun, apalagi yang sudah beken. Keterkenalan sering membuat penyiar tak mau belajar. Padahal tidak semua keterkenalan ada hubungannya dengan kepandaian maupun kemampuan.



L♥ve and Respect;
Follow Buya Dive The Radioman :
Buya Dive Blogspot
Dive Perdana Facebook  
Halaman Buya Dive The Radioman 
Halaman Kebangkitan Siaran Radio di Indonesia  
Instagram @buyadive 

0 komentar:

Posting Komentar